
TEMBILAHAN- Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Riau, HM Wardan memimpin Rakor (Rapat koordinasi) Magrib Mengaji yang dilaksanakan di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan, Selasa (15/12/2015). Kegiatan itu dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan Magrib Mengaji selama satu tahun terakhir ini.
Dihadiri Camat dan Kepala KUA (Kantor Urusan Agama) se-Inhil, termasuk 110 oran guru mengaji yang ada di Negeri Seribu Parit ini.
Rakor ini sendiri, secara umum dilaksanakan untuk mengevalusi salah satu program prioritas bagi Bupati Inhil, dan secara rinci untuk mencari akar permasalahan yang dihadapi masyarakat sehingga membuat kondisi Magrib Mengaji melemah.
''Kita melaksanakan ini untuk mencari solusi mengatasi permasalahan yang terjadi dalam Magrib Mengaji, sehingga dapat mengambalikan semangat anak-anak kita untuk melaksanakannya,'' jelas Bupati.
Apalagi, sudah ada Perda (Peraturan Daerah (Perda) Tulis Baca Al-Qur'an yang dibuat, sehingga dikatakannya yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana memaksimalkan program tersebut.
Kenapa dirinya menekankan agar pelaksanaan Magrib Mengaji dilaksanakan di Masjid, Surau ataupun Mushala, dikatakan Bupati yang dikenal agamis ini tidak lain tujuannya adalah untuk menghidupkan rumah ibadah umat Islam tersebut.
''Untuk apa kita membangun Masjid besar tetapi tidak ada jama'ah. Kenapa saya katakan program ini tidak akan berhasil bila hanya sebatas himbauan saja, tapi semua pihak terkait harus serius menjalankannya,'' tukas HM Wardan.***