
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Dengan tanggung jawab berat, menjadi bidan bukanlah pekerjaan mudah, namun kesejahteraan yang diperoleh tak sebanding dengan kerja kerasnya. Ironisnya, sampai sekarang masih banyak bidan yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT), meski telah lama mengabdi.
Di Kabupaten Pelalawan, bidan-bidan PTT menyebar disetiap desa-desa hingga paling pelosok daerah yang sulit dijangkau. Sejak angkatan 2006, 2007 hingga angkatan berikutnya, para bidan PTT ini tak juga diangkat menjadi abdi negara.
"Tentunya kita meminta perhatian serius Bupati dan DPRD Pelalawan, agar bidan-bidan PTT yang lama mengabdi ini bisa diperjuangkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)," terang Direktur LSM, Clean Governance Pelalawan, Amril Mukmin, Minggu (7/12/2014).
Dijelaskan Amril, bidan PTT ini rata-rata telah mengabdi dan menekuni profesinya lebih dari 7 atau 8 tahun. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebut Amril, masih ada 41 ribu bidan yang masuk kategori bidan PTT yang meminta untuk diangkat menjadi PNS.
"Pengabdian mereka sangat nyata, dari menurunya angka kematian ibu dan anak, gizi buruk dan banyak lagi. Semestinya ini menjadi bahan pertimbangan pemerintah agar mereka ini diberi perhatian," ujarnya.
Amril menambahkan, dengan diangkatnya para bidan PTT ini, dirinya sangat yakin para bidan PTT akan semakin termotivasi untuk berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat dengan baik.
"Mengingat problem kesehatan masyarakat secara umum masih sangat tinggi, khususnya di daerah kita. Ini menjadi pekerjaan bersama untuk bisa mengurai masalah kesehatan," tandasnya.(***)