TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Ratusan warga Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Indragiri Hilir (Inhil), Riau berkumpul di lapangan Gajahmada Tembilahan, untuk melaksanakan salat istiqso dan doa bersama, Senin (7/9/2015).

Kegiatan itu, dilakukan tidak lain untuk memohon kepada sang pencipta alam semesta agar segera menurunkan hujan, sehingga bencana kabut asap yang saat ini melanda Negeri Seribu Parit ini dapat segera berakhir.

Salat istiqso yang dipimpin oleh Kiyai Haji Rusli Kurnain itu, diikuti oleh sebagian besar lapisan masyarakat yang terdiri dari para alim ulama, pelajar, pegawai di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil.

Serta turur hadir, Bupati Inhil, HM Wardan, Ketua DPRD, Dani M Nursalam, Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Suprihanto dan Ketua Pengadilan Agama, M Nur.

''Melalui salat ini, kita berharap, seluruh titik api yang ada dapat segera padam, sehingga kabut pun menghilang,'' sebut Bupati Inhil, HM Wardan kepada awak media usai mengikuti salat.

Apalagi, dikatakan orang nomor satu di Inhil ini, kondisi hari ini, kabut asap semakin tebal dari hari biasanya.

''Kita bermohon, Allah SWT segera mencabut musibah yang tengah menimpa kita ini, dan segera menurunkan hujan,'' harap HM Wardan.

Senada dengan apa yang dikatakan Bupati, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Inhil, Kiyai Haji Muhammad Said Ali mengatakan bahwa, setiap musibah yang terjadi, tidak lepas dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh manusia sendiri.

''Maka dari itu, kita mesti berdoa, memohon pengampunan Allah, karena apapun yang kita lakukan, harus mendapat izin dariNYA,'' sebut Said Ali.(ayu)