PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau H Tenas Effendy meminta semua peserta dan tim calon Gubernur Riau untuk menghentikan seluruh fitnah yang terjadi menyangkut Pilgubri. Tenas meminta semua pihak tidak mencari aib pihak lain dan menyebarkannya.

''Adat dan budaya Melayu menganjurkan sebagai pemimpin umat harus punya tanggung jawab, dan itu berat. Seandainya menjadi pemimpin jangan memakai sifat pucuk kayu,'' ujar Tenas pada silaturahmi dengan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau di gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Selasa (26/11/2013).

Dijelaskannya, secara musyawarah mufakat. tidak ada kusut yang tidak bisa diselesaikan. ''Jangan mencari aib orang, kalau kita mencari aib orang, Allah SWT membuka aib kita, selain itu jangan memaksa, jangan mengintimidasi. Beri kebebasan bagi rakyat untuk memilih sesuai dengan hati nurani,'' jelasnya.

Pada kesempatan itu, Tenas mengajak seluruh paguyuban untuk mendukung proses pemilihan yang berkualitas dan bersih serta memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memilih.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Riau Prof DR Djohermansyah Djohan MA meminta hasil Pigubri 2013 yang akan dilakukan besok, Rabu (27/11/2013) tidak digugat ke Mahkamah Konstitusi. Riau harus menunjukkan kemampuan melaksanakan Pilgubri berkualitas.

''Hampir 91 persen hasil Pemilukada di Indonesia digugat ke Mahkamah Konstitusi. Kita berharap ini tidak terjadi di Riau,. Tunjukkan Pemilukada berkualitas, bersih dan santun,'' ujarnya.

Pada kesempatan itu Djohermansyah Djohan memuji pemilihan Bupati Indragiri Hilir yang berjalan dengan baik dan tidak ada gugat menggugat. ''Saya yakin Riau bisa melaksanakan dengan damai,'' ujarnya.

Menurutnya, Pemilukada berkuaotas harus bersih dari tindakan-tindakan yang tak memungkinkan, penuh kekeluargaan dan persaudaraan. ''Jangan merusak silatuhahmi yang ada. Tertib dan aman, jauh dari tindak kekerasan. ***