
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sampai saat ini masih saja terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Kali ini melanda satu lahan kebun sagu di pinggir perairan Selat Air Hitam tepatnya di lokasi bekas bangsal sagu anak ayam Kecamatan Tebing Tinggi Timur.
Pantauan wartawan, Selasa (4/3/2014) ketika melintasi perairan itu, kebakaran terjadi dan mulai melahap kebun sagu itu. Dari jauh juga sudah terlihat asap membumbung tinggi.
Terlihat satu pompong kecil berisikan tiga orang sedang berupaya memadamkan api menggunakan robin.
Menurut Camat Tebing Tinggi Timur (3T) Helfandi SE MSi, lokasi kebakaran tersebut bernama Anak Ayam bekas Bangsal Sagu Anak Ayam.
Bangsal sagu tersebut ditinggalkan pemiliknya lantaran pernah terperosok sebanyak dua kali.
"Bangsal itu pernah terperosok (turun, red) seperti ada sesuatu yang turun ke laut menyebabkan dasarnya menjadi kosong dan membuat bangsal terperosok," kata Helfandi.
Ditambahkan Helfandi lagi, bangsal sagu itu tidak sekali terperosok, melainkan dua kali. Setelah terperosok pertama, pihak pengelola memperbaiki lagi, lalu sekitar akhir tahun 2011 atau awal 2012 lalu, bangsal tersebut kembali terperosok, dan membuat bangsal sagu ini harus ditinggalkan pemiliknya.
"Menurut orang china itu sesuatu yang kurang bagus makanya ditinggalkan. Dua kali tenggelam, tenggelam kedua sekitar dua tahun lalu," ujar Helfandi lagi.
Kebakaran di Anak Ayam ini menambah daftar panjang karhutla di Kepulauan Meranti yang sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Sebelumnya, ribuan hektar kebun sagu juga terbakar di 3T yaitu milik PT Nasional Sago Prima (NSP), selain itu karhutla juga melanda di beberapa kecamatan lainnya.(zal)