PEKANBARU - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau baru mendapat laporan mengenai kecelakaan kerja PT TAL yang beroperasi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau lima hari kemudian setelah peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (15/2/2018) lalu.

Berdasarkan informasi yang diterima tersebut, diketahui bahwa Dino Marten (45), karyawan PT Tamora Agro Lestari (TAL) menghembuskan napas terakhir di RSUD Telukkuantan, Kamis (15/2/2018). Ia tak mampu diselamatkan setelah pingsan di dalam tangki karnel. Melihat Dino pingsan, teman korban yakni Karim dan Sunardi langsung turun dengan niat menyelamatkan rekannya. Malang, keduanya ikut lemas karena kekurangan oksigen di dalam tangki. Keduanya kritis di rumah sakit.

Kadisnakertrans Riau, Rasidin Siregar mengungkapkan, bahwa untuk laporan kecelakaan kerja itu memang langsung ke provinsi sesuai ketentuan pengalihan seluruh pegawai pengawas ketenagakerjaan kabupaten/kota beralih ke provinsi. Hal itu sesuai Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka semua fungsi pengawasan ketenagakerjaan yang ada di setiap kabupaten/kota seluruh Indonesia, statusnya akan beralih ke provinsi.

Selama ini, jumlah pengawas perusahaan yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih jauh dari kata ideal. Pasalnya, dari total 3.676 perusahaan yang ada, Disnakertrans Provinsi Riau hanya memiliki 34 orang pengawas. Minimnya tenaga pengawas tersebut diperuntukkan mengawasi sekitar 3.676 perusahaan yang mempekerjakan 308.277 tenaga kerja lokal dan 518 tenaga kerja asing.

"Iya, perusahaan baru lapor Senin (19/2/2018) siang. Kami langsung turun hari ini. Nanti akan ketahuan apakah kecelakaan kerja atau tidak berdasarkan fakta yang ditemui di lapangan. Kalau BPJS 1x24 langsung mengcover," kata Kadisnakertrans Riau, Rasidin Siregar kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Selasa (20/2/2018). ***