DUMAI, GORIAU.COM - Tingginya intensitas polusi udara yang mencapai 100 Polusi Standar Indeks (PSI) serta guna mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) maka, Pemerintah kota Dumai melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Senin (10/2/2014) membagikan sekitar Sepuluh Ribu masker kepada masyarakat kota Dumai. 

Kepala KLH Dumai, Basri kepada GoRiau.com Senin (10/2/2014) mengatakan, pihaknya telah menurunkan sebanyak 15 petugas untuk turun kejalan dan membagi-bagikan masker kepada warga."Pembagian masker akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kabut aap yang terus mencemari udara dikota Dumai dalam beberapa hari belakangan." ujarnya.Ditambahkan basri, pembagian masker ini dilakukan disejumlah titik lampu merah atau perempatan jalan yang ada di kota Dumai hingga ke wilayah perbatasan seperti Kecamatan Bukit Kapur."Pembagian masker yang kita lakukan ini, dikarenakan kondisi polusi udara akibat kabut asap yang menyelimuti Dumai pagi ini sangat tebal. Sehingga kita mengambil sikap langsung membagi-bagikan masker kepada masyarakat Dumai dipersimpangan lampu merah," ujar Basri.Menurut Basri, hari ini terjadi peningkatan indeks udara dibandingkan sebelumnya yang dibawah 100 PSI, namun untuk data Indek belum bisa dipastikan sebab data dari PT. Chevron Pasifik Indonesia (CPI) belum diterima oleh pihaknya.Pantauan dilapangan, kabut asap yang merupakan dampak dari Karhutla masih menyelimuti sebagian besar kota Dumai, sebagian masyarakat telah mengenakan masker sebagai penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan akibat pencemaran udara.(egy)