
PEKANBARU – Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam pengelolaan sampah sebagai bagian dari percepatan inovasi pertanian. Hal ini disampaikan oleh perwakilan KTNA Pekanbaru, Waldi, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Awal FKPD yang digelar di lantai 6 Perkantoran Walikota Tenayan Raya, Selasa (25/2/2025).
Menurut Waldi, para petani telah beradaptasi dan bermitigasi dengan lingkungan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian yang mendorong pengurangan pupuk kimia dan peningkatan penggunaan pupuk organik.
"Jika kita tidak berkolaborasi atau menggiring hilirisasi sesuai dengan tujuan yang ada, maka upaya kita tidak akan maksimal. Oleh karena itu, KTNA berinisiatif bekerja sama dengan komunitas dalam membangun unit usaha pengolahan sampah terpadu," ujar Waldi.
Unit Pengolahan Sampah di Kelurahan Agro Wisata
KTNA Pekanbaru telah membangun unit usaha pengolahan sampah terpadu di Kelurahan Agro Wisata dengan luas lahan mencapai dua hektare. Unit ini memproses limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif bernama petasol, yang telah diuji dan kini mulai dipasarkan untuk mendukung kebutuhan pertanian.
"Bahan bakar petasol sudah kami distribusikan ke petani, khususnya untuk keperluan jonder, traktor, dan alat pertanian lainnya dalam percepatan perluasan lahan," tambah Waldi.
Selain itu, KTNA juga akan meningkatkan kapasitas produksi unit pengolahan sampah terpadu hingga 20 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik bagi petani.
Dukungan Pemerintah Diharapkan
Waldi menekankan bahwa KTNA telah menginvestasikan hampir Rp1,3 miliar dalam program pengolahan sampah ini. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat turut berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan program ini.
"Filosofinya, kita lahir saja sudah membawa sampah. Jadi, sampah itu tidak perlu ditakuti, melainkan harus dikelola secara kolaboratif. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus bersatu mengolah sampah agar memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan," pungkasnya.
Dengan inisiatif ini, KTNA Pekanbaru berharap dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat. ***