RENGAT - Tina Priyani (34), warga Rengat, Indragiri Hulu (Inhu), Riau tidak pernah berpikir akan sesial ini, menjadi korban investasi bodong dengan kerugian mencapai Rp1,058 miliar. Saat mengadu ke Polres Inhu, Juma (5/3/2021), Tina didampingi sang suami tak henti-henti menangis dan berharap uangnya kembali.

Tina bercerita bagaimana awalnya ia terjerumus ke investasi bodong tersebut. Saat itu, Desember 2020, ia ditawari untuk ikut investasi dan menyerahkan uang senilai Rp300 ribu kepada FS. Hanya berselang beberapa hari, ia mendapat keuntungan Rp2,5 juta. Karena itu, ia tergiur untuk menyertakan modal lebih besar.

Tina pun berupaya untuk mencari modal sebanyak-banyaknya. Hingga Januari 2021, Tini sudah menyerahkan uang sebesar Rp1,058 miliar ke FS. Uang tersebut merupakan hasil iuran sanak familinya. Tapi, sejak awal bulan lalu Tina tak kunjung mendapatkan keuntungan sebagaimana yang dijanjikan oleh FS.

Nasib yang sama juga dialami oleh ratusan emak-emak yang hadir di Mapolres Inhu pada Jumat (5/3/2021) lalu. Mereka meminta keadilan dan sama-sama melaporkan investasi bodong dengan menyertakan alat bukti berupa kwitansi dan bukti transfer bank. Diduga, kerugiannya mencapai puluhan miliar.

Kapolres Inhu, AKBP Efrizal melalui Kasat Reskrim, AKP I Komang Aswatama menyatakan saat ini FS sudah berstatus terlapor di Mapolres Inhu. Kemudian, pihaknya sedang melakukan klarifikasi dan penyelidikan kasus ini. Dimulai dari klarifikasi terhadap korbannya.

"Kuat dugaan kita, investasi ini menggunakan sistem gambling atau skema ponzi," ujar I Komang.***