
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - -Sepanjang tahun 2014, korban penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Siak terus mengalami peningkatan. Bahkan, hingga November, tercatat 5 orang warga meninggal dunia akibat virus yang disebarkan nyamuk Aides Aygipty itu. Kendati demikian, belum ada upaya kongkit yang dilakukan Pemkab Siak melalui Dinas Kesehatan untuk mencegah perkembangan penyakit ini.
Data yang diperoleh GoRiau.com, adapun kelima warga yang meninggal akibat DBD diantaranya, seorang pelajar SD warga Desa Banjar Seminai Kecamatan Dayun, seorang pelajar warga Kecamatan Bungaraya, pelajar warga Suak Lanjut Kecamatan Siak dan Pelajar warga Kualian Kecamatan Siak.
"Yang meninggal karena DBD, 2 orang di Kecamatan Dayun, 2 orang Kecamatan Siak, dan 1 orang di Bungaraya," kata salah seorang perawat di RSUD Siak.
Pantauan GoRiau.com di RSUD Siak, Jumat (5/12/14), semua pasien DBD di mengaku, meskipun sudah ada korban, namun tidak pernah ada upaya pengasapan atau fogging yang dilakukan instansi terkait. Padahal, warga sudah khawatir, penyebaran penyakit ini menimbulkan ketakutan di masyarakat.
"Belum ada fogging di desa kami, sekarang warga ketakutan," kata Arma, warga Benteng Hulu, Kecamatan Mempura yang sedang menjaga putrinya berusia 5 tahun dirawat di Ruang Mina RSUD Siak, Jumat (5/12/14)
Ia mengaku, anaknya sudah dirawat selama 2 hari di RSUD. Di hari yang sama, juga dirawat satu pasien DBD lagi yang satu kamar dengan anaknya. Virus DBD ini ternyata tidak saja menyerang anak-anak. Buktinya, Awe (30) warga Siak juga terjangkit DBD dan saat ini dirawat di ruang Arafah, dan seorang pasien yang berada di sampingnya juga terjangkit DBD.
"Saya dapat kabar, ada sekitar 15 orang per hari pasien DBD yang masuk ke RSUD ini," kata Ijal, yang saat itu menjenguk Awe.
"Anehnya, kita sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan, tapi tak ditanggapi, malahan lingkungan disekitar rumah Camat Siak yang difogging sampai dua kali," keluhnya.
Dirut RSUD Siak, Ulfa Hanum mengaku, data pasien DBD itu sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan. Ia membenarkan setiap hari ada pasien baru yang mengidap DBD. "Sudah kami laporkan ke Diskes, kalau data lengkap berapa jumlah warga terserang DBD, bagusnya tanya Diskes saja," kata Ulfa Hanum.(nal)