PEKANBARU, GORIAU.COM - Kinerja sejumlah pejabat hasil assessment (seleksi terbuka) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapat kritikan dari sejumlah pihak, tidak terkecuali dari media, baik lokal maupun nasional.


Mulai dari masih belum terbukanya memberikan informasi yang bersifat publik hingga sulit untuk dijumpai. Padahal mereka duduk sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) sudah melalui proses seleksi yang cukup panjang.


Beberapa diantaranya memang diakui oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman. Saat temu-ramah bersama media, di kediamannya, Senin (28/9/2015) malam, Andi Rachman (sapaan akrabnya) mengatakan, akan kembali mengingatkan kabinetnya untuk lebih terbuka kepada media dan masyarakat.


"Contoh kondisi (asap) seperti ini, tidak perlu ada lagi yang ditutup-tutupi. Masyarakat ingin tahu apa kerja kita, bagaimana cara penanganan dan aksi yang kita lakukan," kata Andi Rachman.


Salah satu yang menjadi sorotan adalah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Fadrizal Labay. Beberapa kali dijumpai awak media, dirinya masih tertutup soal pihak atau korporasi yang masuk dalam ranah penyelidikan karena diduga melakukan pembakaran lahan.


Meski hingga akhirnya dirinya tetap memberikan informasi kepada media setelah 'tersudut'. "Nanti akan kita ingatkan lagi," tegas Andi Rachman.


Dirinya mendukung penuh keterbukaan informasi publik. Seperti kasus kebakaran hutan dan lahan yang telah menyebabkan kabut asap di seluruh wilayah Riau. "Minimal nantinya juga akan memberikan efek jera terhadap perusahaan lainnya," ujar Andi.


Begitu juga dengan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, sampai saat ini dianggap 'melempem'. Dimana masih belum memiliki data berapa lahan perkebunan, misal kelapa sawit atau karet dan lainnya yang terbakar secara jelas.


Dinas Perkebunan Riau dianggap hanya menerima laporan saja, tanpa melakukan cek dan kroscek ke lapangan. "Pasti ada UPT-nya, masa' tidak bisa merangkumnya, lucu kan. Kalau hanya menunggu laporan saja, ya tidak akan bisa," kata salah seorang wartawan.


Andi Rachman juga diminta tegas kepada Pusat dan provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan dan Jambi. Karena berdasarkan pantauan satelit, Riau berada dalam posisi nihil 'hotspot' (titik panas).


Sementara tudingan tetap terhadap Riau yang dianggap terus memproduksi asap dan dikirim hingga ke negara tetangga. Awak media meminta sikap tegas Andi Rachman untuk menyampaikan bahwa tahun ini Riau adalah korban dari kebakaran lahan yang terjadi di provinsi tetangga.


Hadir dalam temu-ramah tersebut Kepala Badan Lingkungan Hidup Yulwiriati Moesa, Kepala Badan Perpustakaan, Aset dan Dokumentasi Riau Yoserizal, Dirut RSUD Arifin Achmad Nuzelly, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau Kamsol, Kepala Biro Humas Setdaprov Riau Darusman dan beberapa pejabat lainnya.***