PEKANBARU – Kabupaten Rokan Hilir diyakini akan menjadi basis suara Partai Golkar di Pemilu 2024, pasalnya Rokan Hilir melahirkan banyak Gubernur Riau berlatar belakang Golkar, sebut saja Saleh Djasit, Annas Maamun, Wan Thamrin, hingga Syamsuar.

Sekretaris Kordawil Pemenangan Pemilu Golkar Riau, Kasrul, mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai kegiatan politik di Rohil yang menyentuh masyarakat.

Sekretaris Ikatan Pemuda Karya (IPK) Riau ini menambahkan, dengan posisi Bupati Rokan Hilir yang diisi oleh Ketua Golkar Rohil, Afrizal Sintong, Rohil akan kembali kuning di Pemilu 2024.

Sebagai informasi, saat ini Golkar menjadi partai pemenang kedua dengan perolehan kursi 6, kalah satu kursi dari PDIP yang mendapatkan 7 kursi di Pemilu 2019 lalu.

Disamping memiliki banyak basis pemilih tradisional, Kasrul meyakini di Pemilu 2024 mendatang, kader-kader Golkar akan bergerak optimal dalam meraup suara.

"Disana kita juga punya politisi perempuan hebat, Karmila Sari, kita yakin suara pemilih perempuan bisa maksimal disana, ditambah lagi ada banyak politisi senior lainnya seperti H Fuad, dan kader-kader muda kita juga banyak disana," kata Kasrul, Jumat (6/5/2022).

Untuk itu, DPD Golkar Riau sudah menargetkan kursi Ketua DPRD Rohil dan juga dua kursi dari Dapil Rohil untuk DPRD Riau. Di Pemilu 2019 sendiri, Golkar kehilangan satu kursi untuk DPRD Riau.

"Apa yang menjadi kelemahan di Pemilu 2019 tentu menjadi bahan evaluasi untuk kita, dan kita terus berbenah agar Rohil bisa kembali kuning," tuturnya.

Kinerja Gubernur, Syamsuar dan Anggota DPRD Riau dari Rohil, Karmila Sari, menurut Kasrul sudah cukup dirasakan oleh masyatakat, terutama dalam peningkatan harga sawit.

"Di Zaman Pak Syamsuar ini, terbukti harga sawit terus meningkat karena Pak Syam sudah menetapkan harga minimal sawit. Ditambah lagi kepiawaian Karmila Sari dalam memimpin Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) yang tujuannya membina masyarakat di perkebunan sawit agar lebih stabil dalam ekonomi," tutupnya. ***