
PEKANBARU- Perayaan Imlek 2568 tahun 2017 di Provinsi Riau dikemas agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Konsep yang dibuat lebih terbuka dan merakyat, sehingga seluruh etnis dapat mengikuti setiap rangkaian perayaan Imlek, khususnya di Kota Pekanbaru.
"Seiring beberapa tahun kita merayakan Imlek, tahun ini konsepnya lebih merakyat. Kita ingin mengembalikan Imlek seperti tujuan awalnya, bahwa ini adalah nilai kebudayaan, dimana warga Tionghoa sedunia merayakan hari pertama musim semi," jelas Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau Peng Suyoto saat berbincang-bincang dengan GoRiau.com, sebelum acara Imlek Bersama di Hotel Furaya, Pekanbaru, Riau, Senin (30/1/2017).
Seiring perkembangan zaman, kata Peng, Imlek yang sudah dirayakan warga Tionghoa empat ribu tahun lebih diseluruh dunia, saat ini mulai ditanggapi positif seluruh kalangan, termasuk di Provinsi Riau.
"Tentunya, kebersamaan yang sudah dibangun selama ini terus dijaga dan dibina, sehingga kita tetap saling harga menghargai serta bersinergi membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahtaraan masyarakat, khususnya Provinsi Riau," ujar Peng, didampingi sang istri.
Kendati tak ada perayaan dengan kembang api, namun Peng tetap optimis perayaan Imlek Bersama 2017 ini lebih meriah. Sebab, dengan konsep merakyat ini, tentunya Imlek yang dilaksanakan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, disetiap rangkaian kegiatan, panitia selalu melibatkan Forum Silaturahmi antar Etnis untuk ikut berpartisipasi memeriahkan Imlek.
"Seperti kegiatan Bazar yang dipusatkan di Jalan Karet belum lama ini, selama empat hari kegiatan, setiap malam panitia selalu mengundang tim kesenian dari berbagai etnis untuk mengisi acara. Bahkan, setiap penampilan dari kawan-kawan kita itu, selalu mendapat apresiasi yang luar biasa dari warga Tionghoa. Kemudian, kita juga menyediakan lokasi untuk berjualan selama Bazar berlangsung. Memang luar biasa, semua rangkaian acara Bazar yang merakyat itu berjalan lancar dan aman. Tentunya hal seperti ini terus kita pertahankan kedepanya dalam berbangsa dan bernegara," ujar Peng.
Begitu juga pada rangkaian acara Imlek Bersama di Hotel Furaya ini, kata Peng, pihak panitia sudah mengundang seluruh lapisan masyarakat dari etnis Melayu, Minang, Jawa, Batak dan lainnya untuk ikut serta menyaksikan acara Imlek Bersama ini."Rencananya Pak Gubri dan Pak Kapolda juga ikut hadir pada perayaan Imlek Bersama ini," tambahnya.
Sesuai tema Imlek Bersama 2017, Dengan Semangat Bhineka Tunggal Ika Kita Bangun NKRI yang Harmonis dan Sejahtera, Peng mengajak seluruh warga Tionghoa di Provinsi Riau agar terus meningkatkan tali silaturahmi dengan semua etnis serta ikut serta mendorong pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahtaraan masyarakat.
"Kebhinekaan ini tak hanya dipelihara, tapi harus kita tanam di diri kita, sehingga dapat menyelesaikan pertikaian yang mungkin saja terjadi. Tentunya, Riau yang selalu kondusif ini tetap kita jaga, agar masyarakatnya damai dan tentram," jelasnya.
Di Tahun Ayam Api ini, Peng juga berpesan agar masyarakat Riau selalu optimis menghadapi kondisi ekonomi yang kurang sehat ini. "Di tahun Ayam Api, harus lebih giat berusaha dan selalu tepat waktu. Ibarat ayam, tak pernah terlambat bangun pagi, juga mengais dulu untuk mendapatkan makanan. Artinya, hargai waktu sebaik-baiknya dan teruslah bekerja keras agar sukses di tahun 2017 ini," paparnya.
Terkait masih adanya diskriminasi yang dirasakan warga Tionghoa di Provinsi Riau, Peng mengakui hal itu masih ada, namun persentasenya sudah jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.
"Ya, kalau itu (diskriminasi) masih ada sedikit, kecil sekali lah. Tentunya kita berharap untuk tahun-tahun berikutnya tak ada lagi. Kita juga bagian dari masyarakat Riau yang ikut serta mendorong pembangunan disegala bidang. Kita terus berupaya menjalin tali silaturahmi, kerjasama dengan semua etnis dalam forum komunikasi yang sudah dibentuk," tutup Peng.
Humas Perayaan Imlek Bersama Tahun 2017 Ket Tjing menambakan, rangkaian kegiatan Imlek Bersama di Hotel Furaya juga dimeriahkan Tarian Melayu, lagu dan tarian oriental, termasuk dari artis Mickey AFI. Kemudian, nyayian bersama Forkopimda Riau dengan para tokoh multi etnis, atraksi Wushu dari arlet nasional, atraksi Barongsai, Naga, Tambur, Lucky Draw serta pembagian angpao oleh para Dewa Rezeki (Chai Sen).
"Setelah perayaan Imlek Bersama ini, nanti juga diperlombakan Kaligrafi Mandarin di Mall SKA tanggal 5 Februari dan Perayaan Cap Go Meh di Jalan Karet pada 11 Februari 2017 mendatang," ujarnya.
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Al Azhar memuji rangkaian kegiatan Imlek Bersama tahun 2017 ini. Dia menilai, acara yang disuguhkan terkesan sederhana dan merakyat."Acara-acara yang seperti ini dilanjutkan, tidak dibuat ekslusif, tapi inklusif. Lihat lah, semua berbaur dan saling menghargai, tentunya keharmonisan seperti ini terus dijaga, tak hanya di Riau tapi seluruh Indonesia," ujarnya, saat menghadiri malam Bazar Imlek Bersama di Jalan Karet, baru-baru ini. *** #PEKANBARU