DUMAI - Kenakalan remaja di Kota Duma, Riau belakangan ini semakin mencemaskan berbagai pihak masyarakat. Bahkan kenakalan mereka ini sudah masuk dalam tahap yang membahayakan orang lain yang tidak tahu titik permasalahan.

Berdasarkan pantauan dan informasi GoRiau.com (GoNews Grup) dari berbagai pihak, remaja yang notabene masih pelajar SMP dan SMA, ini berani bergerombol membawa parang, kayu dan samurai, serta ada juga yang membawa bom molotov.

Para remaja ini biasanya berkendaraan menggunakan sepeda motor secara berkelompok pada malam hari dijam tertentu. Mereka ini tidak segan-segan mengganggu, bahkan ada juga yang sanggup melukai pengendara lainnya.

Menyikapi hal tersebut, Kapolres Dumai AKBP Donal Happy Ginting saat dikonfirmasi GoRiau.com mengatakan, bahwa pihaknya akan memproses secara hukum jika ada remaja yang tertangkap melakukan tindak kriminalitas.

"Hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya sarana dan pra sarana yang bisa mengakomodir mereka. Juga kurangnya pengawasan orangtua yang membiarkan anaknya keluar malam dan menggunakan sepeda motor," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kenakalan remaja, Polres Dumai setiap hari pada jam tertentu melakukan patroli sebagai upaya untuk menghimbau dan membubarkan sekumpulan remaja yang diduga akan membuat situasi dan kondisi tidak aman.

"Walikota sudah mengarahkan kepala sekolah se-Kota Dumai untuk mengingatkan pelajar agar berkelakuan seperti layaknya pelajar. Kita juga memanggil orangtua, yang anaknya tertangkap saat razia kendaraan. Melakukan mediasi dengan pihak yang bertikai (tawuran) dengan melibatkan orangtua, camat, lurah, ketua RT, dan LPM," ungkapnya, sekaligus menghimbau kepada orangtua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya.

Ditempat terpisah, Walikota Dumai Zulkifli AS mengatakan kepada GoRiau.com, hal ini perlu perhatian serius untuk segera diselesaikan dari pihak sekolah dan orangtua dari pelajar. Untuk itu perlu adanya pertemuan antara guru dan orangtua pelajar untuk menyampaikan persoalan yang saat ini terjadi.

"Anak didik kita ini mau diapakan, apakah ini contoh yang baik untuk yang lainnya. Apalagi sekarang ini anak didik kita terlalu bebas. Memang dalam mendidik, pihak sekolah dengan orangtua pelajar harus membuat kesepakatan, misalnya kalau anak didik kita rambutnya gondrong (panjang), lalu dipotong pihak sekolah. Orangtua tidak boleh marah," bebernya.

Menurutnya, tindakan remaja saat ini tidak diketahui oleh orangtuanya. Karena apa yang para remaja ini diluar dari jam sekolah. Sudah menjadi kewajiban sekolah membawa orangtua duduk bersama, membahas kenakalan remaja yang terjadi di Dumai saat ini.

Baca juga:

- Terlibat Tawuran, Polisi di Dumai Akhirnya Bubarkan Remaja yang Nongkrong di Jalan Hingga Larut Malam

- 55 Orang Remaja dan Pelajar di Dumai Diamankan Polisi, Ditemukan Parang Hingga Lem

"Orangtua tidak tahu apa yang dilakukan anaknya di luar seusai jam sekolah. Untuk itu perlu pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap remaja yang suka keluar malam," jelasnya, pihak Pemko Dumai sudah melakukan koordinasi dengan Polres Dumai terkait hal tersebut.*** #KLIK Disini Untuk Baca Berita DUMAI