BENGKALIS-Kejari Bengkalis menetapkan Ketua Cabang Olahraga PABBSI inisial DY sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis 2019. 

"Setelah melakukan rangkaian penyidikan dan gelar perkara oleh penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Bengkalis serta berdasar alat bukti yang sah, menetapkan saudara DY selalu Ketua PABBSI sebagai tersangka," ujar Kajari Bengkalis Nanik Khushartanti didampingi Kasi Pidsus Juprizal, Kasi Intel Isnan dan Kasi BB Doli Novaisal saat jumpa pers, Rabu (28/7/2021).

Cabang Olahraga PABBSI mendapatkan suntikan dana hibah dari KONI Bengkalis sebesar Rp326.200.000 pada tahun 2019. Anggaran itu diterima dua tahap. Tahap pertama, bulan Juni 2019 sebesar Rp177.000.000 dan tahap kedua Desember sebesar Rp149.200.000.

"Kemudian dana hibah yang telah diterima tersebut tidak sesuai dengan peruntukan sebagaimana mestinya sesuai NPHD, melainkan dana yang telah diterima oleh tersangka digunakan untuk kepentingan pribadi. Untuk menutupi perbuatannya, tersangka membuat SPJ fiktif," terang Nanik.

Akibat perbuatan tersangka menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 226.864.371. Tersangka hingga saat ini masih mangkir dalam pemeriksaan lanjutan di Kejaksaan Bengkalis. "Tersangka sudah kita panggil sebagai saksi namun mangkir. Setelah penetapan ini kita kembali akan melakukan pemanggilan terhadap tersangka," tegasnya.

Kepala Seksi Pidsus Kejari Bengkalis, Juprizal menambahkan pihaknya akan terus melakukan pengembangan dalam pengusutan pada kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis tahun 2019. Menurut Juprizal, penyidikan kasus KONI dilakukan pihaknya sejak Februari 2021. Ia menegaskan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Kita akan terus melakukan pengembangan, " ujarnya.

Juprizal mengaku telah melakukan pemeriksaan sebanyak 20 orang saksi, termasuk para atlet cabang olahraga PABBSI.