SELATPANJANG - Komitmen Pemkab Meranti dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-Kis) mengantarkan Kabupaten termuda di Riau ini menjadi Kabupaten pertama memenuhi Universal Healt Coverage (UHC) BPJS Kesehatan dan meraih penghargaan dari BPJS.

Penghargaan langsung diserahkan oleh Deputy Direktur BPJS Wilayah Sumbar, Riau dan Jami dr. Siswandi kepada Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim disaksikan Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan dalam acara Peluncuran Universal Healt Coverage (UHC) Kepersetaan JKN - KIS Kabupaten Kepulauan Meranti, bertempat di Ballroom Afifa Futsal, Selatpanjang, Rabu (8/5/2019).

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Deputy Direksi BPJS Sumbar, Riau, Jambi Siswandi SE MM, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Yulian Norwis SE MM, Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Yohanes M.Si, Nora Dwita Manurung Kepala Cabang BPJS Dumai, Danramil Selatpanjang, Asisten III Sekdakab Meranti H. Rosdaner, Staf Ahli Bupati H. Askandar dan Jajaran Pejabat Eselon II, Kadis Kesehatan Meranti dr. Ruswita, Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra SH, Camat Tebing Tinggi Helfandi SE M.Si para Camat Se-Kabupaten Meranti dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Deputy Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumbar, Riau dan Jambi dr. Siswandi SE MM mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Meranti atas komitmen di bidang kesehatan dengan mendaftarkan penduduknya dalam kepesertaan JKN-Kis.

"Terima kasih kepada Pemkab Meranti yang telah mendaftarkan penduduknya menjadi peserta JKN-Kes," ucap Siswandi.

Selanjutnya Siswandi menjelaskan tentang pertumbuhan peserta JKN-Kis di Indonesia Per I April 2019 sebanyak 201 Juta Jiwa lebih yang terdiri dari berbagai segmen masyarakat, khusus di Kepulauan Meranti sendiri jumlah peserta JKN-Kis berjumlah 203 jiwa lebih yang mengantarkan Meranti menjadi Kabupaten pertama mencapai UHC Se-Kabupaten Kota di Riau. Seperi diketahui Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan program yang diamanatkan oleh undang-undang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk pemenuhan hak peserta JKN-Kes pihak BPJS di Meranti telah bekerja sama dengan 9 Puskesmas, 3 Dokter Keluarga, 1 Klinik dan RSUD Meranti dengan pelayanan yang meliputi Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Pelayanan Kesehatan Rujukan, Persalinan dan Ambulance.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim dalam pidatonya mengucapkan terima kasih kepada BPJS atas kerjasamanya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Meranti. 

Sesuai dengan komitmen dari Pemkab Meranti dalam mengcover pelayanan kesehatan seluruh masyarakat Meranti dalam Jamkesda, dikatakan Wabup Kepulauan Meranti dengan tekad yang kuat mendukung penyelenggaraan Program JKN-KIS. Melalui Forum Komunikasi dan Kemitraan yang terus dibangun dengan BPJS Kesehatan, dengan penerbitan Peraturan Bupati tentang wajibnya seluruh lapisan masyarakat untuk mendaftar dalam Program JKN-KIS hingga pengintegrasian Program Jamkesda yang selama ini dikelola oleh dinas kesehatan dialihkan ke BPJS Kesehatan.

Semua itu dilakukan sebagai bukti nyata dukungan Pemkab Meranti dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Kepulauan Meranti agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang merata tanpa diskriminasi. 

Agar semua masyarakat Meranti tercover layanan kesehatan JKN-Kis Wakil Bupati juga meminta Dinas terkait dan pihak Kecamatan untuk melakukan pendataan penduduk kurang mampu diwilayahnya untuk didaftarkan menjadi anggota JKN-Kis.

"Agar tidak ada lagi penduduk Meranti yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan," ucapnya.

Seperti diketahui sebagai Kabupaten baru masih banyak penduduk Meranti yang tergolong miskin, dimana sesuai data BPS sebanyak 28 persen lebih masyarakat Meranti masih dibawah garis kesejahteraan.

"Semoga seluruh masyarakat Meranti dapat tercover layanan BPJS dengan baik," ujarnya lagi.

Agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan baik Pemkab Meranti dikatakan Wabup terus melakukan pembenahan dan peningkatan fasilitas kesehatan seperti yang dilakukan pada RSUD Meranti. Dengan begitu diharapkan RSUD Meranti meriah sertifikat kelayakan sebagai syarat menjadi mitra pelayanan BPJS.

Lebih jauh disampaikan Wakil Bupati, masalah kesehatan bagi Pemkab Meranti menjadi sangat prinsip apalagi ditengah kondisi Meranti yang berpulau, masih banyak Desa yang terisolir yang cukup sulit mendapat pelayanan kesehatan maksimal.

Namun kedepan dengan akan beroperasinya kapal Roll On Roll Off (RoRo) yang menghubungkan Insit Laut Tebing Tinggi-Pelabuhan Buton Siak, aksesbilitas masyarakat tidak tergantung lagi dengan jadwal kapal yang yang ada dan otomatis akan memberikan pengaruh besar terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Kemudian dalam pidatonya dihadapan jajaran BPJS, dan awak media yang hadir, Wakil Bupati juga menyampaikan wacana Pemkab Meranti yang ingin mendaftarkan seluruh pegawai Non PNS masuk dalam kepesertaan BPJS. Namun sebelum itu dilakukan Pemkab Meranti dikatakan Wabup mesti mengkaji dulu jumlah pegawai Non PNS dan ketersediaan anggaran.

Sekedar informasi dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama pelayanan kesehatan JKN-Kis oleh Sekda Meranti H. Yulian Norwis SE MM dan Dora Wita Manurung Kepala Cabang BPJS Dumai disaksikan Wabup H. Said Hasyim dan Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan yang dilanjutkan dengan  penyerahan Kartu JKN-Kis kepada perwakilan masyarakat. (rls)