
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bengkalis diingatkan sering turun ke lapangan, menyerap aspirasi dari masyarakat. Semakin banyak turun dan komunikasi dengan masyarakat, semakin banyak informasi yang didapat.
Hal itu disampaikan Bupati saat membuka acara Musrenbang Tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2015 di Kantor Bupati, Kamis lalu.
''Kepala dinas jangan hanya pakai ''kaca mata kuda'', apa yang di depan saja yang dilihat, sementara perkembangan dan persoalan di kiri kanan tak pernah dihiraukan,'' sindir Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh saat membuka Musrenbang Tingkat Kabupaten Tahun 2015 di Kantor Bupati, Kamis (20/3/2014).
Sebagai kepala daerah, dirinya sering turun ke kecamatan dan desa-desa. Bahkan sebagian besar waktu kerjanya dihabiskan dengan turun ke kampung-kampung. Bukan sekadar turun ke lapangan, tapi menyerap aspirasi lalu memetakan berbagai persoalan yang ada untuk kemudian disusun menjadi sebuah program kerja di SKPD yang dipimpin.
Akibat kepala dinas dan pejabat tidak pernah turun ke lapangan, banyak kegiatan atau program yang tidak tepat sasaran bahkan sebagian ada yang copy paste. Selain itu kata Bupati, perencanaan yang dibuat yang dibuat juga tidak matang alias setengah-setengah.
''Seperti ada pembangunan kantor atau entah apa namanya yang tidak bisa difungsikan. Karena jalan masuk tidak ada, listrik belum tersambung, tidak ada air dan banyak lagi,'' urainya.
Kondisi seperti itu terjadi kata Bupati, karena pimpinan SKPD tidak pernah turun ke lapangan, tidak tahu di mana lokasi proyek. Sehingga menerima saja apa yang dirancang atau disampaikan oleh staf.(jfk)