SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Kondisi remaja di Kabupaten Siak cukup jauh berbeda dengan masa dulu. Saat ini, mereka sudah terkena imbasnya globalisasi. Untuk itu, sangat perlu yang namanya filter. Sehingga, mereka tahu mana yang baik dan mana yang merusak.

Hal itu disampaikan Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, MSi saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Kementrian Agama Kabupaten Siak, Kamis (30/1/2014) di Gedung Maharatu, Siak Sri Indrapura.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, Bupati berpendapat pendidikan agama di sekolah maupun di mesjid lah yang akan menjadi penyaringnya. Karena, perbaikan moral remaja hanya dengan agama.

"Tolong, pendidikan agama untuk remaja kita, kita tingkatkan lagi," pinta Syamsuar dihadapan peserta Rakor Kemenag.

Syamsuar berbicara realita, dimana anak-anak Siak ada juga yang terlibat dalam kasus pencurian, kasus narkoba dan perbuatan menyimpang lainnya. Padahal, Pemkab Siak sudah memenuhi segala kebutuhan sekolahnya. Mulai dari uang sekolah hingga sepatu sekolah. "Kita di Siak ini sekolah gratis. Besok sampai SMA gratis lagi. Terus, untuk apa mencuri lagi," ujar Bupati.

"Mau dikemanakan uang curian tersebut, apakah habis untuk main warnet atau bagaimana,? sambung Syamsuar.

Oleh karena itu, Syamsuar berharap dengan adanya Rakor ini dapat memberikan solusi dalam meningkatkan moral remaja. Para guru agama dan guru mengaji di mesjid diminta fokus dalam pembinaan moral. "Ini tugas kita bersama dalam mengurangi perilaku menyimpang yang ditunjukkan remaja," kata Syamsuar.(san)