
NUSANTARA – Presiden Joko Widodo alias Jokowi memimpin ritual penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022).
Usai ritual penyatuan tanah dan air, Jokowi dan sejumlah kepala daerah kemping di titik nol IKN Nusantara.
Dikutip dari detikcom, dalam unggahannya Senin, terlihat Jokowi berfoto di depan 'tenda kenegaraan' di bawah terik matahari.
Tenda kenegaraan yang akan dipakai Jokowi menginap terbilang besar hingga tak perlu menunduk untuk memasukinya.
Tampak dari luar, sepertinya, ada beberapa ruang di dalam tenda kenegaraan. Di bilik bagian pertama, sepertinya ada ruang untuk makan dengan karena terdapat meja yang sudah dipenuhi makanan.
Tenda kenegaraan yang dipakai Jokowi menginap di IKN Nusantara juga tak seperti tenda di pasaran. Tulangan tenda terbilang besar dari biasanya.
Lalu, jika dilihat lebih teliti, di bawah kaki Jokowi terdapat taburan sesuatu berwarna putih begitu banyak. Kemungkinan besar itu adalah garam, karena Paspampres memang sebelumnya mengatakan akan menaburkan garam di sekeliling tenda.
Fungsi Taburan Garam
Koordinator Sioux Snake Rescue (SSR) Erwandi Supriadi mengatakan, garam tak terlalu efektif untuk mengusir ular. Pria yang sudah bergelut dengan penyelamatan ular selama bertahun-tahun ini menyebut, keset dari ijuk malah lebih baik.
''Jangan dikasih garam. Ular tidak takut garam. Justru kadang dia mendekati garam. Yang takut garam itu hewan berlendir, sedangkan ular itu bersisik bukannya berlendir,'' kata pria yang kerap disapa Elang ini saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/9/2014).
Menurut Elang, mitos soal garam awal mulanya muncul karena berkaitan dengan mistis. Ada yang menaburkan garam lalu dibumbui dengan doa.
''Orang zaman dulu sebelum nyebar garam itu dia berdoa terlebih dahulu. Garam hanya mediator doa saja. Kalau orang sekarang kan tabur garam sambil BBM-an, update status, atau sambil ngetweet,'' terangnya.
Langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah ular masuk adalah dengan memasang keset ijuk dan membersihkan pohon-pohon yang menjalar ke rumah.
''Misalnya di depan pintu dikasih keset dari ijuk, karena itu tajam dan ular tidak suka,'' terangnya.
Bila terlanjur bertemu ular, Elang menyarankan agar tidak panik. Justru harus terus melihat ular dengan jarak aman agar tetap terpantau pergerakannya.
''Dilihat larinya ke mana. Kalau ada ember atau bak, nanti ular itu kalau bisa ditutup terus diganjal supaya tidak keluar,'' tegasnya, sambil menyarankan setelah itu meminta bantuan.
''Kalau misalkan di kamar, usahakan akses keluarnya ditutup, dan kamar itu dikunci. Bila menginginkan ular itu keluar, disemprot pakai pengharum ruangan, usahakan ada celah agar dia keluar. Dengan wangi menyengat ular itu nggak suka,'' paparnya.***