TELUKKUANTAN – Ratusan guru yang lulus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2021, menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Jumat (8/7/2022) pagi. Mereka kembali menuntut  SK dan surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT).

"Seperti yang kami sampaikan saat di DPRD kemaren, kami akan berkantor di Kantor Bupati, kalau SK tak kunjung diberikan. Maka, hari ini kami menggelar aksi unjuk rasa, memperjuangkan hak kami," ujar Junaidi, Koordinator Guru PPPK Kuansing di Lapangan Upacara Pemda Kuansing.

Dikatakan Junaidi, SK dan SPMT sangat penting sebelum masuknya tahun ajaran baru yang tinggal menghitung hari. Sebab, sebagian besar para guru yang lulus, tidak mengajar di sekolah induk atau tempat semula.

"Ini persoalan mendasar. Kami datang agar ada solusi dari pemerintah dan memberikan SK, sehingga bisa mengajar di sekolah yang baru," ujar Junaidi. Berkaitan dengan gaji, Junaidi menyatakan akan ikut kebijakan pemerintah.

Pemkab Kuansing menyatakan SK para guru PPPK sudah terbit. Hanya saja belum dibagikan, karena tidak ada anggaran gaji.

Aksi unjuk rasa mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Namun, tidak ada satu pun pejabat yang datang. Hal ini membuat para guru ingin masuk ke Kantor Bupati. Namun tidak mendapat izin dari aparat kepolisian. Aksi adu mulut pun sempat terjadi. Akhirnya, para guru melaksanakan salat bersama, lalu membubarkan diri.***