JAKARTA - Akun media sosial TMC Polda Metro Jaya diserbu warganet setelah menghapus unggahan video berisi ambulans milik Pemprov DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang diamankan karena diduga membawa batu dan bensin. Video ini sempat diunggah usai ricuh anak-anak STM pada Rabu (25/9) malam.

Unggahan di Twitter telah dihapus oleh Polda Metro. Sedangkan dua video di Instagram @TMCPoldaMetro masih bisa dibuka, hingga kumparan buka pukul 08.35 WIB.

Kedua video di Instagram diunggah Kamis (26/9) pukul 02.14 WIB dan 02.15 WIB. Secara singkat, video itu memperlihatkan sejumlah aparat kepolisian menemukan lima ambulans berstiker Puskesmas Pademangan hingga PMI Jakarta Timur.

Dalam video itu, perekam video berujar "Ini ambulans pembawa batu, penyuplai batu untuk para demonstran." Lalu pintu belakang ambulans dibuka dan ada sejumlah orang diduga petugas kesehatan duduk di bangku belakang.

Tapi, dalam video, tidak diperhatikan adanya batu-batu maupun bahan bakar di dalam mobil seperti yang disebut oleh perekam video.

Sementara itu, jika dipantau lewat Twitter, video ini pertama diunggah oleh akun Twitter @OneMurtadha pada Rabu pukul 23.53 WIB. Sedangkan akun TMC Polda Metro baru mengunggahnya pukul 02.16 WIB, atau berselang lebih dari dua jam setelahnya.

Lalu ada akun twitter @P3nj3l4j4h yang juga mengunggah dua video yang sama pada Kamis (26/9) pukul 12.39 WIB.

Pegiat media sosial Denny Siregar juga tak ketinggalan mengunggah video yang sama dengan caption 'Hasil pantauan malam ini. Ambulans pembawa batu petangkap pake logi @DKIJakarta'.

Sedangkan lewat unggahan video lainnya dari akun Twitter @Profrotigulung, tampak lima ambulans dijejerkan di dua sisi. Lalu video diarahkan ke sekitar belasan petugas berseragam merah putih, yang disebut perekam sebagai petugas PMI, sedang duduk dan tertunduk.

"Oknum PMI yang menyuplai logistik makanan dan minuman termasuk batu di dalam ambulans," ucap perekam video. Video ini diunggah Kamis (26/9) pukul 07.20 WIB.
Hingga kini, baik polisi dan Dinas Kesehatan DKI belum memberikan respons terkait video yang beredar. Termasuk juga terkait kepemilikan ambulans milik Dinkes DKI maupun PMI.

Begitu juga belum bisa dipastikan apakah benar pemilik akun tersebut yang benar-benar merekamnya. Atau ia hanya mendapatkan video dari pihak lain.

Dikecam Warganet di Media Sosial

Akibat unggahan yang dihapus TMC Polda Metro Jaya, warganet menyerang akun tersebut. Banyak dari mereka yang mengecam karena polisi telah menyebarkan informasi hoaks, dan menghapus cuitan video ambulans tersebut.

Awalnya, banyak warganet yang mendukung polisi untuk menuntaskan kasus ambulans ini. Serta, menindak oknum-oknum yang diduga sengaja membawa batu di dalam ambulans, seperti kasus pada aksi kericuhan di Bawaslu 21-22 Mei 2019.

Namun, setelah cuitan dihapus, mereka lalu menyerang akun itu dan mempertanyakan mengapa video dihapus dengan tagar #ManaBatunya.***