
JAKARTA -- Obesitas (kegemukan atau berat badan berlebihan), ternyata tidak hanya berisiko menyebabkan gangguan jantung, namun juga meningkatkan risiko terserang berbagai jenis kanker.
Dikutip dari suara.com, Direktur Unit Bedah Onco dari Rumah Sakit Fortis Mumbai Dr Anil Heroor mengatakan, hampir enam jenis kanker terkait obesitas meningkat di antara orang di bawah usia 50 tahun.
''Ini adalah kanker usus besar atau dubur, kanker pankreas, kanker ginjal, kanker kandung empedu, kanker rahim, dan multiple myeloma,'' ungkapnya.
''Kanker ini sering sulit ditemukan pada orang yang lebih muda, sampai penyakitnya lanjut dan lebih sulit diobati,'' lanjut Dr Anil.
Lalu, bagaimana obesitas bisa meningkatkan risiko kanker?
Menjawab pertanyaan itu, Dr Anil mengatakan, ada lemak dinamis yang bisa menyebabkan masalah disfungsional dan peradangan, yang pada akhirnya bisa berisiko terkena kanker.
''Banyak kanker terkait dengan obesitas berada di organ yang tertanam di bantalan lemak. Selain itu, kelebihan lemak juga dapat memengaruhi seluruh tubuh, sehingga ini bisa menimbulkan efek sistemik,'' ungkap Dr Anil.
''Misalnya, orang dengan jaringan lemak disfungsional sering mengalami perubahan kadar hormone. Seperti insulin dan estrogen. Perubahan ini dapat merusak DNA, dan menyebabkan beberapa jenis kanker. Termasuk beberapa organ dan kanker darah multiple myeloma,'' lanjutnya.
Meski berisiko, Dr Anil melanjutkan bahwa setidaknya sepertiga dari kanker umum ini dapat dicegah. Selain itu, ada faktor lain tentang bahaya kesehatan akibat obesitas.
''Sama seperti selama satu dekade, kami telah memberi tahu anak muda bahwa merokok dan mengunyah tembakau dapat membahayakan kesehatan. Dan kita perlu menyadarkan orang tentang obesitas tentang gaya hidup yang tidak sehat, di mana ini bisa menyebabkan kanker,'' pungkas Dr Anil.***