WELLINGTON - Menteri Kesehatan (Menkes) Selandia Baru David Clark memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya karena mengakui dirinya bersalah, melanggar aturan lockdown yang diberlakukan negaranya.

Dikutip dari merdeka.com, David Clark membawa keluarganya dengan mobil ke pantai, sekitar 20 kilometer dari rumah mereka di Dunedin, saat akhir pekan pertama pemberlakuan lockdown nasional di Selandia Baru, yang dimulai pada 23 Maret.

''Ini jelas sebuah pelanggaran aturan dasar lockdown, tetap diam di rumah dan tidak berkendara dalam jarak jauh menuju tempat rekreasi,'' demikian disampaikan Clark dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Rabu (8/4).

''Saya mengecewakan tim. Saya sangat bodoh, dan saya mengerti kenapa orang marah pada saya,'' kata Clark.

Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Selasa mengatakan, Clark telah mengajukan surat pengunduran diri.

''Dalam keadaan normal saya akan memecat menteri. Apa yang dia lakukan salah dan tidak ada alasan,'' kata Ardern saat konferensi pers.

Namun, Ardern akan mempertahankan posisi Clark sebagai menteri kesehatan di saat negara itu terus memerangi pandemi.

''Tapi dia melanggar aturan, dan ada harga yang harus dibayar,'' tegas Ardern.

Ardern menambahkan, Clark akan diturunkan jabatannya sebagai wakil menteri keuangan dan diturunkan ke peringkat bawah Kabinet. Prioritasnya saat ini adalah melawan virus corona.

Menurut data terbaru dari Universitas Johns Hopkins, Selandia Baru mencatat 1.160 laporan kasus virus corona dan satu kematian.***