JAKARTA - Kasus Dugaan Pengeroyokan Ronny Kosasih dan istri yang dilakukan oleh Anggota DPR Fraksi PDIP, Herman Hery kembali menyeruak.

Bahkan menurut informasi, terduga pelaku Herman Hery sudah dipanggil oleh penyidik ke Polda Metro Jaya. Hal ini diungkapkan Ronny Kosasih kepada wartawan Rabu (13/2) di Jakarta.

"Saya dapat kabar Herman Hery dipanggil penyidik terkait kasus pengeroyokan terhadap saya dan istri. Katanya dipanggilnya minggu lalu," terang Ronny.

Akan tetapi, Ronny menyanyangkan miskinnya publikasi media terkait pemanggilan penyidik ini. Sehingga ia masih meragukan dan menunggu kabar dari Polda terkait proses penyidikan yang dilakukan polisi.

"Saya setia menunggu, saya tidak meragukan penyidik begitupun media. Saya yakin di negeri ini masih ada orang baik yang bergerak bersama saya meminta keadilan," kata Ronny.

Hanya saja Ronny menyayangkan pihak petahana yang masih mengizinkan Herman Hery kembali menjadi Calon Anggota DPR RI Dapil NTT.

Caleg bermasalah seperti Ronny menurutnya tidak layak menjadi wakil rakyat karena ketika menjabat malah menyelewengkan jabatannya di Komisi III dengan lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

"Jangan sampai orang jahat yang terpilih. Takutnya nanti malah banyak korban seperti saya ini," terang Ronny.

Untuk diketahui, Ronny melaporkan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Ronny di jalur TransJakarta (busway), Jakarta.

Laporan masuk pada Senin, 11 Juni 2018 pukul 01.15 WIB. Laporan teregistrasi nomor LP/1076/VI/2018/RJS.

Pengeroyokan yang pelakunya diketahui adalah Herman Hery, saat itu mengendarai Rolls-Royce B 88 NTT itu terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, 10 Juni 2018 sekitar pukul 21.30-22.00 WIB.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat mobil mewah tersebut terhalang oleh mobil Ronny yang sedang ditilang polisi karena menerobos jalur Transjakarta.

Pengacara Ronny, Yanuar mengatakan kliennya saat itu diperiksa polisi pada 4 Juli lalu. Istri Ronny, Iris, diperiksa pada 6 Juli 2018.

"Saat diperiksa dan ditanyakan oleh penyidik secara tegas korban (Ronny) mengatakan yang melakukan pengeroyokan adalah Herman Heri bersama-sama sopirnya."

Ronny yakin yang berada di dalam mobil mewah tersebut adalah Herman Hery setelah dia menanyakan ke komunitas mobil terkait orang yang kerap menggunakan kendaraan tersebut. "Menurut informasi memang mobil tersebut digunakan oleh Herman Hery."***