PEKANBARU - Kasus pengeroyokan oleh segerombolan pria bermotor kepada tiga pemuda hingga salah satunya tewas, pada Minggu (17/2) kemarin harus mendapat perhatian serius oleh semua pihak.

Dosen Magister Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Dr. Amirah Diniaty, M. Pd, Kons, memberikan pandangan bahwa hal tersebut harusnya menjadi perhatian khusus.

Pasalnya, kejadian tersebut telah memakan korban jiwa, ia berpendapat bahwa pengeroyokan yang dilakukan oleh orang yang cukup banyak bukan berarti mereka adalah geng motor, bisa jadi mereka hanyalah sekolompok perkumpulan, yang merupakan anggota dari teman yang menjadi korban. 

Hal itu bisa saja terjadi dalam suatu perkumpulan karena sikap kurang baik yang pernah dilakukan oleh salah satu anggota yang dikeroyok.

Ads
Jika peristiwa itu merupakan tindakan dari remaja, harapan utama yaitu lebih kepada orangtua agar memberikan perhatian serta mengetahui bagaimana pergaulan pertemanan anak.

"Kalau sudah merupakan tindakan anarkis yang dilakukan oleh remaja seperti ini, peran orangtua dan masyarakat harusnya lebih peka terhadap pergaulan dan lingkungan anak, jangan sampai hal ini terjadi," kata Amirah di UIN Suska, Senin (18/2/2019).

Amirah menambahkan, bahwa faktor keluarga juga merupakan hal utama, karena banyak kasus terjadi akibat kurangnya perhatian dari orangtua serta apresiasi terhadap anak. 

Sehingga ia berusaha mencari hal lain yang bisa membuat mereka merasa dihargai atau diapresiasi. Terlebih jika saat itu dirinya menjadi leader atau pemimpin dalam suatu kelompok yang mengendalikan anggotanya, dianggap jagoan, berani, dan sebagainya.

Selain itu, motif utama terhadap remaja biasanya hanya ikut-ikutan, demi menunjukkan eksistensi karena kurangnya apresiasi kepada anak.  

Amirah menilai, kalau ada kasus seperti ini biasanya ada kegiatan-kegiatan kriminal lainnya seperti pemakai narkoba, minum-minuman keras dan lain sebagainya. 

"Kalau sudah seperti ini, pasti ada kegiatan-kegiatan yang saling terhubung seperti pemakai narkoba, minum-minuman keras dan masih banyak lagi," pungkasnya. 

Hal itu, bisa dijadikan contoh agar orangtua maupun masyarakat agar lebih  berhati-hati. Karena perilaku ini tidak hanya merugikan pelaku namun juga orang lain. Serta pentingnya peduli terhadap lingkungan sekitar agar kasus ini tidak terjadi lagi.  ***