SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Ria mengatakan, penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) tahun 2013 sebanyak 25 345 kasus. Dimana ISPA mulai dari 5 tahun keatas mencapai 15.976 kasus dan dari 0 sampai 4 tahun penderitanya sebanyak 9.369 kasus.
"Jumlah ini kita terima dari seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Kepulauan Meranti selama tahun lalu (2013) saja. Data ini juga kita laporkan kepada Diskes Riau," kata Ria, Minggu (23/2/2014).
dr Ria menjelaskan Ispa termasuk dalam lima kasus penyakit terbanyak dan terus mendapatkan perhatian di Meranti. Lima kasus tersebut diantaranya asma, iritasi kulit, mata dan pneumonia (radang paru-paru) dan ISPA.
"Penderita terbanyak adalah ISPA. Bahkan untuk mengatasi lima penyakit ini di seluruh puskesmas, kita memiliki tim gerak cepat," katanya.
Kabid PMKL Diskes Kepulauan Meranti itu mengungkapkan tim gerak cepat yang ada di Puskesmas terus melakukan peyuluhan kepada masyarakat. Sehingga penanggulangan bisa dilakukan. Ispa sendiri tambahnya, bukan hanya terjadi disaat musim kebakaran lahan saja, tapi juga di waktu-waktu lainnya.
"Ispa ini cukup rawan terjadi di masyarakat kita. Bukan hanya terjadi disaat banyak asap akibat kebakaran lahan saja, tapi juga bisa juga dari debu dan cuaca yang ekstreem. Susah menelan juga kita masukkan dalam golongan ISPA," sebut dr Ria.
Sementara itu sejak tanggal 7 sampai dengan 20 Februari kasus ISPA yang terjadi diwilayah Kepulauan Meranti baru terjadi 439 kasus. Jumlah ini sendiri baru dari laporan sebanyak lima puskesmas yang ada di Kecamatan.
"Di Meranti ada 7 Puskesmas. Dari lima Puskesmas yang melaporkan penderita Ispa sejak 7 sampai 20 februari lalu sebanyak 439 kasus," sebutnya.
dr Ria juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat lebih berhati-hati. Sehingga nantinya tidak menjadi korban ISPA.
"Masyarakat diminta agar dapat mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya pada saat musim asap atau cuaca kurang baik. Sehingga nantinya tidak terjangkit Ispa.***