BENGKALIS, GORIAU.COM - Sampai saat ini kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis sudah melanda 13 desa, terbanyak terjadi di Pulau Bengkalis. Sementara daerah yang selama ini jadi langganan karhutla, seperti Tanjung Leban dan Sepahat setalat ini masih aman.

Kepala BPBD Damkar Kabupaten Bengkalis, Moch Jalal ketika dihubungi, Jumat (7/2), mengatakan jika beberapa lokasi karhutla seperti Kanjau dan Kelebuk saat ini masih belum dapat dipadamkan karena ketidakadaan sumber air dan lokasi yang sulit dijangkau.

Ke-13 desa dari 5 kecamatan yang diamuk Karhutla tersebut seperti di Kecamatan Bengkalis, terjadi di Desa Temeran, Desa Senggoro, Desa Air Putih, desa Wonosari dan Desa Pedekik. Di Kecamatan Kecamatan Bantan Karhutla hanya terdapat di satu desa, yakni Bantan Tua.

Di Kecamagan Bukitbatu, karhutla terjadi di desa Sejangat, kemudian desa Dompas, ada juga di Desa Batang Duku dan Desa Pakning Asal dan Desa Sei Selari. Sedang di Kecamatan Siak Kecil terdapat satu desa yang terjadi karhutla yakni di Desa Sadar Jaya. Demikian pula di kecamatan Rupat jiga satu desa yang terjadi Karhutla yaitu desa Pergam tak jauh dari lokasi rencana pembangunan Pondok Pesantren Al Zaitun.

Menurut Jalal untuk karhutla di Kelebuk dan Kanjau tim Damkar sudah seminggu berada di lokasi memadam api. Namun hingga saat ini api masih berkobar membakar lahan. Petugas kesulitan memadamkan api karena sulit mendapatkan air.

"Kebakaran di Kanjau dan Kelebuk sampai saat ini menjadi kendali kita. Namun karena air tak ada ditambah sulitnya masuk ke lokasi, upaya pemadamsn belum selenuhnya berhasil," kata Jalal yang saat dihubungi usai mengikuti Apel Siaga Asap Provinsi di halaman Kantor Gubernur, Jumat (7/2).

Kendati setakat ini karhutla masih ada yang belum bisa dipadamkan, untuk desa Sepahat dan Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu yang selama ini langganan karhutla skala besar, hingga saat ini nihil karhutla.(jfk)