PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Pulau Rupat akhirnya dapat terkendali setelah hampir seminggu terbakar dan mulai mendekati perbatasan konsesi hutan Tanaman perusahaan mitra PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP). Sejak hari Selasa (24/2) kemarin, sebanyak 2 unit helikopter dikerahkan untuk melakukan waterbombing atau pemadaman melalui udara dan patroli pergerakan api. Helikopter milik PT RAPP tersebut setidaknya melakukan waterbombing sebanyak 25 - 35 sorti setiap harinya dan dibantu tim gabungan Fire Fighter (Pemadam Kebakaran) dari darat.

Direktur PT RAPP, Mulia Nauli mengatakan kondisi kebakaran hutan dan lahan saat ini sudah mulai terkendali dan tim Fire Fighter terus siaga di lapangan guna mencegah munculnya kembali api. Mulia juga menambahkan agar kegiatan pemadaman bisa berlangsung efektif dan cepat, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Satgas Penanggulangan Karhutla di Posko Lanud Pekanbaru serta instansi terkait Pemerintah Daerah setempat.

''Tim Fire Fighter kita sudah diturunkan ke Pulau Rupat sejak seminggu yang lalu untuk memperkuat tim pemadam dari perusahaan mitra (PT. SRL) dan info terbaru api saat ini sudah terkendali, dan 75 personil gabungan masih terus siaga di lapangan termasuk helikopter untuk waterbombing dan patroli kita yang stand by di Posko Karhutla Lanud Pekanbaru,'' kata Mulia ketika dihubungi, Minggu (1/3) dari Pangkalan Kerinci.

Kebakaran yang melanda salah satu Pulau Terluar di pesisir Bengkalis ini berlangsung cukup cepat dan besar dikarenakan kondisi cuaca angin kencang dan banyaknya material seperti kayu sebagai bahan bakar terjadinya api. Selain medan yang cukup menyulitkan tim pemadam menuju lokasi titik api, pemadaman menggunakan helikopter pun harus menghindari bambi bucket (kantung air waterbombing.red) agar tidak tersangkut di tingginya pepohonan kering dan masih berdiri di sekitar area yang terbakar.

''Semua sumber daya kita kerahkan, baik itu helikopter, drone, pompa pemadam khusus, dan alat berat untuk mempercepat upaya pemadaman. Sebab kondisi angin kencang dan gambut dengan banyak pohon yang mudah terbakar menjadi tantangan bagi tim di lapangan. Kita juga terus melakukan koordinasi dengan seluruh perusahaan mitra pemasok kayu agar aktif melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla,” ujar Mulia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PT. RAPP terlibat aktif dalam upaya pemadaman karhutla di sejumlah wilayah di Riau yang berada di bawah koordinasi Satgas di Posko Karhutla Lanud Pekanbaru. Tim Fire Fighter yang berada di setiap Estate di 5 Kabupaten di Riau dikerahkan tidak hanya menjaga kawasan konsesi dari kebakaran, namun juga turut berpartisipasi aktif membantu masyarakat dan MPA (Masyarakat Peduli Api) dalam melakukan pemadaman. (rls)