
PEKANBARU - Bermain di Pekanbaru, Tiga Naga gagal mengembangkan permainan mereka sehingga harus rela digulung oleh PSMS Medan 1-3.
Bermain di Stadion Kaharudin Nasution, Kamis (4/1/2021) sore. Tiga Naga seperti kehilangan ruh atau karakter mereka yang biasa bermain umpan-umpan pendek cepat.
Pelatih Kepala Tiga Naga, Feryandes Rozialta mengatakan anak asuhnya sulit mengembangkan permainan karena faktor kondisi lapangan yang tidak mendukung.
"Pemain sulit beradaptasi dengan lapangan, jadi banyak pemain yang melakukan kesalahan sendiri di lini belakang," katanya, Jumat (5/11/2021).
Di pertandingan itu, Tiga Naga dikagetkan dengan dua gol cepat dari PSMS Medan, gol pertama di menit ke 4 melalui Iman Budi dan di menit ke 7 dari Yohanis Nabar.
"8 menit 2 gol itu eror yang luar biasa, karena pemaim tidak nyaman memainkan bola karena kondisi lapangan. Tapi pemain tidak boleh beralasan, karena bagaimanapun pemain harus siap bagaimanapun kondisi lapangan," jelasnya.
Oji sapaan akrab dari Feryandes Rozialta dia menuntut anak asuhnya untuk cepat beradaptasi dengan lapangan yang ada di Stadion Kaharudin Nasution ini.
Langkah selanjutnya beberapa hari kedepan Tiga Naga akan berlatih di Stadion Kaharudin Nasution agar anak asuhnya terbiasa bermain di Kaharudin Nasution, mengingat 4 pertandingan kedepan dimainkan disini. ***