SELATPANJANG - Kepala Desa Lukun Lukman mengakui bahwa pekerjaan peningkatan jalan Lukun - Sei Tohor, Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, sangat memperihatinkan. Diakui Lukman realisasi penimbunan base B di jalan poros itu baru sekitar 470 meter dengan ketebalan sekitar 25 cm.

"Terealisasi sekitar 470 meter. Ketebalan penimbunan baru 25 cm, harusnya 50 cm," kata Lukman, Kamis (24/11/2016).

Baca Juga: Tak Ingin Kisah Buruk Terulang, Bupati Kep Meranti Tinjau Langsung Pengerjaan Jalan Lukun-Seitohor

"Kalau kita melihat perkembangan pengerjaannya sekarang, sangat memprihatinkan. Kita berharap betul pekerjaan jalan tersebut selesai," tambah Lukman.

Baca Juga: Merasa Sangat Membutuhkan, Masyarakat Lukun Goro Bersihkan Badan Jalan Lukun-Seitohor Sepanjang 20kM

Di tempat terpisah, Sundra selaku pihak rekanan ketika dikonfirmasi mengatakan realisasi penimbunan sudah lebih dari 470 meter. Dimana, diakui Sundra, penimbunan sudah sepanjang lebih kurang 600 meter. "Sudah sejak kemarin, 600 meter," aku Sundra.

Terkait ketebalan penimbunan belum mencapai 50 cm, Sundra tidak membantah. Menurutnya, penimbunan itu hanya untuk membuat akses jalan saja, untuk mempermudah pengangkutan material base B. "Ketebalannya 25 hingga 30 cm. Kita buat akses dulu," katanya.

Ketika ditanya target penyelesaian berapa persen hingga berakhir tahun 2016, Sundra tidak bisa memastikan. Namun, menurutnya, pekerjaan akan dimaksimalkan. "Kita usahakan maksimum aja. Berapa panjang nya, kita lihat nanti," ujar Sundra.

Sementara untuk kendala, disampaikan Sundra juga, adanya pasang rob (tingginya debit air laut, red). Ketika tiba pasang rob itu, pekerjaan bisa terhambat, karena air laut akan menggenangi jalan setinggi 60 hingga 70 cm. "Lokasi kerja tidak tergenang air laut ketika pasang, tapi terganggu di akses saat mengangkut material," beber Sundra. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini