BANGKINANG - Musim kemarau telah tiba. Biasanya  Kabut dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sebagian wilayah Provinsi Riau akan kembali melanda. Tidak terkecuali di Kabupaten Kampar.

Meski dampak kabut asap ini di Kabupaten Kampar belum begitu masif, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah bersiap diri sedini mungkin untuk melindungi masyarakat.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H. Dedy Sambudi, SKM, MKes Menghimbau masyarakat untuk menghindari sebisa mungkin aktivitas di luar rumah.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari kegiatan di luar rumah. Apabila terpaksa untuk keluar rumah diharapkan menggunakan masker atau penutup hidung guna terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh kabut asap,'' ujar Dedy kepada wartawan, Senin (5/8/2019) di Kota Bangkinang.

Dedy menambahkan, para orang tua harus lebih mengawasi kegiatan anak-anaknya selama kabut asap ini. Karena anak-anak lebih mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh kabut asap.

"Kepada orang tua untuk lebih mengawasi kegiatan anak-anak terutama kegiatan anak saat diluar rumah. Pastikan anak-anak kita selalu menggunakan masker saat ke sekolah dan keluar dari rumah,'' imbau Dedy.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, Selain himbauan, Dinas Kesehatan juga telah mengintensifkan peran para medis di setiap tingkatan hingga ke tingkat desa atau Pustu.

Puskemas 24jam juga menjadi layanan paling aktif untuk mengobati masyarakat yang mulai terjangkit gejala awal Inpeksi Sistem Pernapasan Akut (ISPA) tersebab kabut dan asap.

''Puskesmas kita kan sudah layanan 24jam, khusus untuk antisipasi karlahut ini betul-betul kita berdayakan dengan semaksimal mungkin. Bahkan Puskesmas rawat inap kita punya. Sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik, khususnya pasien yang terjangkit penyakit akibat kabut asap ini,'' jelas Dedy.

Pantauan di lapangan, penanganan bagi penderita ISPA biasanya harus diinpus dan diberi bantuan oksigen, falsilitas seperti itupun sudah tersedia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di setiap Puskesmas yang ada di Kampar.

Menurut Dedy, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar diyakininya siap melayani masyarakat pada situasi ini, sebab Dinas Kesehatan memiliki sumberdaya yang memadai seperti tersedianya dokter, dokter umum, perawat ASN, Bidan ASN, Bidan TBK, Perawat TBK bahkan kader-kader kesehatan sukarelawaan (TKS) tersebar hingga pelosok Kabupaten Kampar.

''Kalau untuk sumberdaya kesehatan kita sudah sangat siap,'' ungkap Dedy.

Pusat-pusat kesehatan masyarakat juga telah tersedia dan aktif hingga ke desa-desa (Pustu). Ambulance juga terbilang cukup apabila diperlukan, karena sebagian besar desa telah menerima program ambulace dari Pemda Kampar.

Pihaknya menyebut akan memberdayakan sumberdaya, sarana dana prasarana yang dimiliki terutama di kecamatan-kecamatan rawan terdampak karlahut. Kesiapsiagaan ini akan lebih ditingkatkan levelnya pada kecamatan-kecamatan rawan berdampak karlahut seperti Kecamatan XIII Koto Kampar, Kecamatan Tambang, Kecamatan Tapung, Tapung Hulu, Tapung Hilir hingga Kecamatan Kampar Kiri serta Kecamatan Siak Hulu.

Kata Dedy, langkah kongkrit yang telah dilakukan pihaknya, seperti pembagian masker sudah mulai dilakukan oleh kader-kader kesehatan di beberapa tempat.

Contohnya saja, pembagian masker sekaligus sosialisasi bahaya kabut asap bagi kesehatan di beberapa sekolah di Kecamatan Kampa.

Berikutnya, Pembagian masker di jalan raya juga telah dimulai meski dampak kabut asap belum terlalu masif. Seperti pembagian masker di salah satu titik jalan raya di Kecamatan Tapung.

Dimana sebut Dedy, setiap pengendara yang melintas diberikan masker serta diselipkan pesan-pesan antisipasi menyikapi dampak buruk kabut dan asap di musim kemarau ini.

Terang Dedy, pembagian masker ini akan diteruskan tergantung situasi apakah semakin meningkat atau justru semakin mereda.

Disebutkannya, selain pembagian masker di sekolah-sekolah dan jalan raya, pembagian masker juga dilakukan di Puskesmas-Puskesmas bagi pasien yang datang berobat.

''Yang pasti Dinas Kesehatan akan selalu siaga dan bersikap, tergantung situasi yang ada,'' jelas Dedy.

Untuk mendapatkan informasi, data serta perkembangan situasi dampak Karlahut seakurat dan sedini mungkin, Dedy mengaku selalu menjalin kordinasi lintas instansi terkait, seperti kordinasi dengan BPBD, Kepolisian hingga dengan pihak TNI.

Kendati sesiap apapun Dinas Kesehatan mengobati dan melayani masyarakat Kampar yang telah terdampak penyakit akibat karlahut ini, sikap paling bijak menurut Dedy yang mesti diambil masyarakat ialah mematuhi himbauan pecegahan dari Dinas Kesehatan di atas.

''Bagaimanapun, prinsip kita tetap, mencegah lebih baik dari mengobati. Untuk itu, masyarakat kita imbau bijak menyikapi dan mentaati himbauan kita,'' tutur Dedy.

''Kita berharap situasi tidak memburuk, justru kita harap kondisi semakin baik. Hujan segera turun. Namun, jika seandainya cuaca memburuk, kita pun akan selalu siap melindungi dan melayani masyarakat,'' tutup Dedy Sambudi. ***