PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (Unri) terus mendesak agar para calon kepala daerah di kabupaten dan kota se-Riau mau menandatangani ''kontrak rakyat'' yang merupakan komitmen untuk mensejahteraan masyarakat Riau. Siapa pun pemenangnya, tapi mereka harus tunduk pada kemauan rakyat.

Demikian disampaikan pengurus BEM Universitas Riau saat melakukan audensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau, Jalan Gajahmada, Pekanbaru, Senin (3/8/2015). Hadir pada kesempaan itu Komisioner KPU bidang Hukum dan Pengawasan, Ilham Muhammad Nasir didampingi Sudarsono dari Divisi Hukum.

''Kami minta seluruh calon yang lolos verifikasi bersedia menandatangani ''kontrak rakyat'' yang merupakan komitmen untuk memperjuangkan rakyat,'' ujar Dirjen Kebijakan Publik BEM Unri, Suyeni pada acara tersebut.

Dikatakan, selama ini rakyat hanya jadi komoditas politik para elit, jika sudah menang, mereka akan melupakan rakyat bahkan sebagian bekerja dengan melukai rakyat yang memilihnya. ''Pada Pilkada ini, rakyat harus jadi pemenang,'' tegasnya.

Sementara itu, pengurus BEM Unri, Andreas mengatakan KPU Riau harus bisa menyampaikan kepada KPU kabupaten dan kota tentang pentingnya ''kontrak rakyat'' yang akan dilakukan. Begitu juga rencana BEM Unri untuk menggelar debat kandidat sebagai salah satu proses demokrasi yang baik dalam melihat kemampuan para calon pemimpin. (her)