RENGAT - Terkait dugaan maraknya penyelewengan BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis premium dan solar yang dilakukan pihak SPBU Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Indragiri Hulu, Riau, membuat geram banyak pihak.

Salah satunya datang dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Inhu. Dan atas hal itu, Disperindagpas Inhu berjanji akan memberikan tindakan tegas.

"BBM bersubisdi itu untuk masyarakat, bukan untuk diselewengkan atau dijual pada pihak swasta, dan ini jelas pelanggaran berat," ujar Plt Kadis Perindagpas Inhu melalui Kabid Perdagangan, Aris Prasetiyo Sunarto, Kamis (21/12/2017).

Namun demikian, pihaknya akan segera melakukan pemantauan. Jika terbukti, pihaknya berjanji akan memberikan tindakan tegas terhadap SPBU Bongkal Malang itu.

Selain itu juga, Aris juga akan melaporkan pelanggaran tersebut kepada pihak PT Pertamina dan SKK Migas selaku pihak yang bertanggung jawab mengawasi setiap SPBU yang ada.

"Setiap SPBU yang melanggar, akan kita tindak tegas. Dan kita dari Tim Desprindagpas Inhu, juga akan melaporkan pelanggaran ini pada pihak PT Pertamina," pungkas Aris.

Sebelumnya, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Kelayang, Rijal (40), kepada GoRiau.com, Kamis (21/12/2017), mendesak pihak berwajib dalam hal ini Polres Inhu untuk melakukan penindakan secara hukum terhadap SPBU Bangkal Malang itu.

Karena, dirinya menilai dampak dari penyelewengan BBM yang dilakukan pihak SPBU itu jelas sangat merugikan pengendara dan masyarkat kecil.

"Minyak bersubsidi ini merupakan hak nya masyarkat kecil, bukan untuk diselewengkan kepada para cukong atau penimbun, apa lagi kepada pihak swasta yang seharusnya menggunakan minyak industri," ketus Ijal.

Maka dari itu sambung aktivis yang juga politikus itu, atas nama pribadi dan lembaga, dirinya sangat berharap kepada pihak terkit untuk tidak melakukan pembiaran terhadap pelanggaran tersebut, karena hal ini murni tindak pidana, pungkasnya.

Sebagai mana diberitakan sebelumnya, dari pantauan GoRiau.Com, di SPBU Bongkal Malang pada, Selasa (19/12/2017) malam lalu, terlihat jelas para petugas pompa dengan seenaknya mengisi puluhan bahkan ratusan jerigen yang berjejer di sekitar pompa SPBU tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, saatu-persatu jerigen yang telah terisi itu langsung dilansir menggunakan mobil bak terbuka. Dan ada juga menggunakan sepeda motor dengan memakai keranjang gandeng yang terbuat dari rotan, dalam satu kali jalan sepeda motor tersebut bisa membawa 5-6 jerigen.

Diketahui juga, pihak pengelola SPBU Bongkal Malang tersebut bernomor 14.293.6131.(Jef)