BUKIT AGUNG, GORIAU.COM - Calon Gubernur Riau H. Jon Erizal, SE, MBA, menegaskan akan mengayomi semua lapisan masyarakat Riau dari berbagai kalangan, baik suku, agama maupun etnis.

''Saya tidak akan membeda-bedakan latar belakangnya. Sebab, semuanya adalah masyarakat Riau yang wajib untuk dilayani dan diayomi,'' tegasnya dalam kampanye dialogis dengan warga Bukit Agung, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Minggu (25/8/2013) malam.

Bahkan dengan tegas Cagubri yang diusung PAN dan PKS ini menyatakan jika terpilih jadi Gubernur Riau nanti dia tidak hanya memperhatikan PAN dan PKS. Begitu pula, pasangan Jon Erizal dan Mambang Mit (JE-MM) tidak akan hanya memperhatian Bengkalis dan Inhu. ''Jika dikabulkan Allah, Insya Allah saya akan menjadi gubernur untuk seluruh masyarakat Riau,'' ujarnya.

Soal perhatian kepada semua kelompok masyarakat ini menjadi pertanyaan salah seorang warga Kerinci Kanan. Mereka menanyakan sikap Jon Erizal terhadap masyarakat Riau yang heterogen. Kebetulan di Kerinci Kanan banyak warga Riau yang berasal dari Jawa dan sebagian Batak. ''Kami ingin tahu sikap bapak kepada perbedaan suku, agama dan etnis. Sebab, Riau ini terdiri dari banyak suku,'' ujar seorang peserta dialog.

Selain itu, warga Kerinci Kanan juga meminta komitmen Jon Erizal terhadap pembangunan infrastruktur desa. Banyak jalan-jalan yang menghubungi antar desa di Kerinci Kanan masih belum diaspal. Padahal, masyarakatnya cukup tinggi perekonomiannya karena berkebun sawit. ''Tapi infrastruktur jalan kami parah pak, sehingga sulit berhubungan antar desa,'' kata warga.

Masyarakat Kerinci Kanan juga minta bantuan Jon Erizal menyediakan air bersih. Sebab, air bersih sangat langka di Kerinci Kanan. Disamping itu, masyarakat juga meminta perhatian Jon erizal kepada pendidikan dan kesehatan. Juga insentif guru negeri dan swasta, serta honorer kepala desa. ''Sepanjang APBD cukup, kita akan perhatikan. Namun tentu ada skala prioritas,'' ujarnya.

Jon Erizal, misalnya, menyinggung pemberian dana sampai Rp 2 milyar per desa. Mengingat jumlah desa di Riau 1.800 desa, sudah Rp 3,6 triliun yang dikeluarkan. Padahal, APBD Riau hanya Rp 6,7 triliun. Untuk itu, perlu penambahan APBD melalui penambahan APBN, pemberdayaan BUMD dan peningkatan investasi. (rls)