
SELATPANJANG - Jelang natal 2015, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kepulauan Meranti berharap Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperindagkopUKM) segera melakukan pengecekan barang makanan dan minuman seperti parcel yang beredar di lapangan. Pasalnya, peningkatan kebutuhan saat Natal bisa saja dimanfaatkan oknum-oknum yang mengambil keuntungan sepihak sehingga merugikan konsumen.
Demikian disampaikan Ketua YLPK Meranti, Mulyono SE, kepada GoRiau, Selasa (22/12/2015). Kata Mulyono, beberapa hari jelang natal 2015 dan tahun baru 2016 memang kebutuhan pada barang makanan maupun minuman sangat meningkat.
Kondisi ini pula, bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang akan mengambil keuntungan sepihak. "Disperindag harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Kita tidak ingin momen seperti ini dimanfaatkan oleh penyedia barang," kata Mulyono.
Mulyono mengimbau kepada penyedia barang, supermarket, pasar, dan warung-warung, jika memang menyediakan parcel, janganlah memasukkan barang makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa. "Menyambut Natal dan tahun imbau kita juga mengimbau seluruh pedagang untuk tidak memasuki barang kadaluarsa. Kita tidak ingin ada konsumen yang dirugikan," ujar Mulyono pula.
"Para konsumen, kalau memang ditemukan barang kadaluarsa segeralah melapor," tambahnya lagi. ***