TEMBILAHAN -Harga cabe di Pasar Selodang Kelapa, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau mengalami kenaikan sejak sepekan sebelum hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah.

Namun kenaikan harga cabai tidak terlalu signifikan dan dinilai masih berada di level normal.

Berdasarkan data laporan harga harian bahan pokok per 7 Mei 2021 yang dirilis Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtrin) Kabupaten Indragiri Hilir, cabe merah besar mengalami kenaikan sebesar 8 persen dari yang sebelumnya Rp 35.000 menjadi Rp 38.000.

Harga itu di tingkat pengecer. Kenaikan dengan persentase yang sama juga terjadi pada cabe merah keriting, dari yang sebelumnya seharga Rp 35.000 menjadi Rp 38.000 di tingkat pengecer.

Begitu pula, dengan cabe rawit hijau dari yang sebelumnya Rp 35.000 menjadi Rp 38.000.

Kepala Disdagtrin Inhil melalui Kepala Bidang Perdagangan, Hj Salbiah menyebutkan, kenaikan harga cabai masih normal menjelang lebaran Idul Fitri dan belum mengalami lonjakan yang berarti.

“Umumnya fenomena kenaikan cabe tidak berlangsung lama. Kenaikan harga cabe yang sifatnya sementara, biasanya dikarenakan cabai merupakan barang yang tidak dapat di stok. Biasanya 2 hari sekali datang pasokannya dan harga turun kembali," paparnya.

Menurut Salbiah, penyebab pasti kenaikan harga cabe belum diketahui dan masih dilakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan faktor penyebab kenaikan harga cabe.

"Kita cek lapangan, langsung konfirmasi ke agen apa faktor penyebabnya. Apakah pasokan kurang atau gagal panen pada daerah pemasok atau masalah pendistribusian. Kalau sudah tahu penyebabnya, baru kita akan ambil langkah," jelas Salbiah.

Salbiah menambahkan, perkembangan harga bahan pokok akan terus di pantau oleh Disdagtrin menjelang hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah ini.

“Pergerakan harga -harga khususnya harga bahan pokok menjelang lebaran akan terus kami pantau. Kami mengimbau pedagang jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” tutup Salbiah.***