BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Perayaan Imlek pada tanggal 19 Februari mendatang diperkirakan akan meningkatkan arus kedatangan  penumpang yang berasal dari Bagansiapiapi dan Tanjung Balai Asahan, dan akan memadati Pelabuhan Penipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Riau.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di laut saat lonjakan penumpang, Unit Penyelenggara Pelabuhan ( UPP ) Penipahan akan memantau data perkiraan cuaca berdasarkan hasil BMKG ( Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika ) karena cuaca di laut Penipahan yang berbatasan dengan selat melaka itu, akhir-akhir ini cukup ekstrem.

"Tiga hari jelang imlek biasanya kita akan intensif melakukan pemantauan cuaca. Jika dirasakan tidak kondusif, kita akan melakukan komunikasi agar keberangkatan ditunda," kata kepala UPP Pelabuhan Penipahan, Alfian kepada GoRiau.com, Minggu (1/2/2015).

Alfian mengungkapkan, selama ini jumlah armada kapal ferry cepat dari Bagansiapiapi ke Penipahan j terbatas. Selain faktor cuaca, kenaikan jumlah penumpang pada hari-hari tertentu juga memicu terjadinya kecelakaan di tengah laut.

''Kalau digeser jam keberangkatan, pastilah pemilik armada banyak yang tidak mau. Apalagi mereka kebanyakan ingin berangkat pagi dari Penipahan. Tambahan lagi pelabuhan kita cuma satu. Selain itu setiap kapal ferry berangkat pastilah bergantung dengan air pasang,'' ungkapnya.

Untuk menutupi kekurangan armada ferry penumpang, sambungnya, UPP sering meminta pengusaha untuk menambah jumlah ferry penumpang. Malahan izin dipermudah. Tidak hanya rute lokal, beberapa waktu lalu saja UPP membuka rute dari Bagansiapiapi ke Port Klang ( Malaysia ). Namun entah mengapa akhirnya rute itu ditutup dengan alasan jumlah penumpang yang berangkat tidak menutupi cost pengeluaran minyak ferry. (amr)