PEKANBARU, GORIAU.COM - Moratorium reklame di Pekanbaru tak diindahkan pengusaha, bahkan pada dimasa pemberlakukan moratorium justru reklame liar semakin tumbuh subur. Ketidaktegasan Pemko Pekanbaru juga terlihat dari tidak adanya sikap Pemko untuk menurunkan, menggunting ataupun menertibkan reklame liar tersebut.

Bukan saja reklame produk dan jasa, sejak lahirnya moratorium reklame di Pekanbaru, reklame atas nama partai politik dan calon gubernur Riau juga hadir dimana-mana. ''Seharusnya Pemko menertibkan reklame liar ini, jangan dibiarkan begitu saja, kalai begini kesannya justru aneh karena mereka yang mengurus izin tak diberikan, tapi yang ilegal justru dibiarkan,'' ujar Sekretaris Asosiasi Pengusaha Reklame (APRI) Riau, Yan Melayu.

Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru sudah mengeluarkan moratorium untuk pemasangan dan perizinan reklame di Pekanbaru hingga akhir tahun ini. Dan pada awal tahun 2013 mendatang, Pemko akan mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) Reklame dan secara otomatis menghentikan moratorium.

''Moratorium kan sudah dimulai sejak Juni lalu, masak sekarang masih dibiarkan. Kita pengusaha reklame sudah mematuhi, tapi kenapa sebagian reklame justru dibiarkan,'' tambahnya.

Jelang dicabutnya moratorium reklame di Pekanbaru, saat ini hampir diseluruh ruas jalan terhadap reklame ilegal termasuk di Jalan Soekarno Hatta dan Subrantas, Pekanbaru.

''Ini kan aneh, jelang dicabutnya moratorium, ratusan reklame sudah berdiri termasuk yang dimiliki partai politik,'' jelasnya. (nti/rls)