
SIAK - Membekali petani dalam menghadapi persaingan dunia usaha berbasis pertanian dan peternakan serta agri industri penting ada wadah yang disebut Badan Usaha Milik Petani (BUMP).
Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Riau, Hasan Basri menyebutkan Januari 2018 mendatang BUMP ini juga akan dibentuk untuk di daerah Riau. Kelompok tani di Mandau Pinggir atau Duri akan menjadi BUMP yang pertama di Riau.
"BUMP ini nanti sahamnya dari kelompok tani di Mandau Pinggir dulu dengan inisiatornya saya langsung. Bisa saja anggotanya 100 sampai 300 orang dari 2 sampai 4 kelompok tani atau Gapoktan," kata Hasan Basri yang juga Direktur Berkah Cassavs Indonesia Makmur (BCIM), Minggu (10/12/2017).
Tidak hanya BUMP Duri, Kabupaten Bengkalis saja, kata Hasan, di Januari nanti Sekretariat Nasional BUMP Indonesia juga akan membentuk BUMP Kabupaten Siak dan Kota Dumai.
"Kota dan Kabupaten lainnya akan tergantung respon dari stakeholder masing-masing daerah. Saat ini animo masyarakat yang tinggi untuk menanam Singkong ini baru dari Bengkalis, Siak dan Dumai," papar Mantan Camat Mandau ini.
Dengan kehadiran BUMP ini nantinya, kata Hasan akan memberikan 3 jaminan dalam dunia usaha yakni jaminan kualitas, kuantitas dan kontiniunitas hasil produksi. Sesuai dengan amanat UU no 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.
BUMP Duri ini nanti akan dibentuk langsung oleh Seknas BUMP Indonesia, Ketua DR Edi Waluyo. Pembentukan BUMP ini sangat penting untuk kegairahan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan petani.
"Artinya ketika investor untung pada saat yang sama petani juga sejahtera. BUMP ini juga bertujuan agar usaha milik petani dikelola secara profesional, mudah akses pemasaran, perbankan serta asuransi," katanya lagi.
Sementara itu, Pakar BUMP Indonesia, DR Edi Waluyo mengatakan bahwa BUMP adalah lembaga penguatan ekonomi petani berbasiskan moral, yang profesional memiliki akses perbankan nasional, pemasaran serta asuransi. "Sehingga Para petani nyaman, terlindungi dan berdaya," imbuh DR Edi Waluyo.***