
BENGKALIS, GORIAU.COM - Warga Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, mengeluhkan rusaknya jalan mereka akibat alat berat proyek pembangunan tower navigasi yang lalu-lalang melewati jalan tersebut. Pantauan di lapangan, Senin (4/8/2014), jalan desa tersebut banyak mengalami retak-retak dan pecah-pecah. Kemudian sejumlah jembatan turun atau melengkung.
"Jalan ini sekarang pecah-pecah, retak-retak dan juga jembatan-jembatan menjadi melengkung," ujar Ari, salah seorang warga Simpang Ayam.
Dipaparkan Ari, memang ada perbaikan dari rekanan pelaksana proyek tower navigasi tersebut, tetapi hanya pakai tambal saja. Sementara kondisi badan jalan yang mengalami penurunan,tetap seperti itu.
Penjabat Sementara Kepala Desa Simpang Ayam, Saparuddin ketika dihubungi, mengatakan, pihaknya sudah meminta surat izin pembangunan proyek tower navigasi tersebut kepada rekanan pelaksana, tetapi hingga hari belum ada dilampirkan ke pihak desa.
"Hingga hari ini, pihak rekanan belum ada menyerahkan surat izin pembagunan tower navigasi itu kepada desa. Kita sama-sama akan memantau, saya juga sudah menyampaikan kepada Bapak Bupati Bengkalis. Saat itu Pak Bupati juga tidak tau dan tidak pernah mendapatkan laporan soal adanya pembangunan tower navigasi," ujar Saparuddin.
Dirinya juga sudah menginstruksikan kepada anggota Linmas untuk memantau beban angkutan kendaraan proyek pembangunan navigasi tersebut. Jika melebihi tonase yang telah ditetapkan, supaya menurunkan muatan karena sesuai aturannya angkutan tidak boleh melebihi 2 ton.(jfk)