
SELATPANJANG - Meski sudah menelan anggaran lebih Rp100 miliar, jalan poros Alai - Mengkikip untuk membuka isolasi Kepulauan Meranti tak kunjung tuntas. Saran untuk mengubah jalur baru pun disampaikan ke Gubernur Riau, Andi Rahman.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim kepada Andi Rahman.
Kepada orang nomor 1 di Riau itu, Said Hasyim menyampaikan kondisi jalan Alai - Mengkikip yang terus amblas dan hingga saat ini masih terbengkalai. Padahal, kata Said Hasyim, dana yang dikucurkan sudah hampir Rp100 Miliar.
"Untuk membuka isolasi Kepulauan Meranti, jalur harus dipindahkan ke lokasi yang baru, Air Mabuk - Putong," kata Said Hasyim.
Jika jalur Air Mabuk - Putong itu bisa dituntaskan, Said Hasyim optimis Kepulauan Meranti bisa lebih maju dengan segala potensi yang telah dimiliki. Begitu juga angka kemiskinan yang mencapai 33 persen, dapat segera ditekan.
"Pada dasarnya potensi Meranti sangat luar biasa, baik dari segi perkebunan, perikanan, peternakan darat, laut dan lainnya. Namun karena kondisi Meranti yang masih terisolasi, menyulitkannya untuk maju," ujar Said Hasyim.
Pada kesempatan itu, Said Hasyim juga berharap kepada Gubri Andi Rachman memberikan alokasi APBD lebih untuk Kepulauan Meranti. Sebab, sebagai kabupaten termuda dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Riau, sangat membutuhkan perhatian lebih. Apalagi dengan letak geografis berpulau, Meranti butuh dana yang tak sedikit untuk membangun.
"Kita harapkan juga bantuan dari Pemprov untuk pengembangan perkebunan misal pembangunan sentra pembibitan hortikultura dan peternakan dengan memanfaatkan pakan yang diolah dari limbah Sagu di setiap pulau," harap Said Hasyim.
Menyikapi usulan dan masukan dari Said Hasyim, orang nomor satu di Provinsi Riau itu berjanji akan mencoba membantu. Salah satunya pemindahan pembangunan akses jalan Mengkikip - Alai ke Putong - Air Mabuk. Ini lebih menjanjikan karena jarak tempuh lebih pendek dan menghemat biaya. ***