JAKARTA – Hadir di tengah kurangnya wadah bagi pegiat fashion di tanah air, Jakarta Fashion Hub (JFH) berhasil merebut perhatian dan menjembatani para fashion enthusiast maupun designer untuk berkarya.

Hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak beroperasi pada 18 Agustus tahun 2020, co-working space yang diinisasi oleh perusahaan viscose rayon, Asia Pacific Rayon (APR) ini telah menampung 7.000 member baru.

GoRiau
"JFH ini merupakan co-working untuk fashion enthusiast, dan kami memiliki program membership untuk para pegiat fashion yang ingin menyalurkan bakatnya atau membuat brand mereka sendiri di sini. Totalnya sudah ada 7.000 member selama 1,5 tahun ini," kata Host JFH, Irine Girvin kepada GoRiau.com di kantor JFH, Jalan Teluk Betung Nomor 33, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022).

Ribuan member yang terdaftar ini, kata Irine merupakan para penggiat fashion yang tersebar di seluruh nusantara dan luar negeri.

GoRiau
"Salah satu tujuan JFH hadir adalah untuk membantu start up brand dan UMKM. Jadi tidak hanya mereka yang sudah menjadi designer saja, member JFH ini kebanyakan brand yang baru mulai. Di sini mereka menemukan passionnya dan kami sebagai konsultannya akan memberikan rekomendasi bahan dan kombinasi viscose rayon yang cocok untuk brandnya," jelasnya.

Irine menambahkan untuk menjadi member JFH, para penggiat fashion hanya perlu mendaftarkan diri dan tidak dipungut biaya.

GoRiau
"Pendaftaran membernya gratis dan untuk memanfaatkan seluruh fasilitas ruang kerja di JFH ini, para member hanya perlu membayar Rp50.000 berlaku untuk satu orang per hari," jelasnya.

Dalam co-working space ini, pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas meja kerja, mini studio, meja pola, mesin jahit, fabric roll planning, dan memilih koleksi kain siap beli dari pabrik yang bekerjasama dengan APR.

GoRiau
Untuk diketahui, meski sudah beroperasi sejak pertengahan 2020, JFH baru diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada tanggal 4 Desember 2021.

GoRiau
JFH APR ini mengangkat tagline Everything Indonesia. Ini dikarenakan produsen viscose rayon ini beroperasi di Pangkalan Kerinci, Riau, Indonesia. Yang mana, proses penanaman atau plantation untuk mendapatkan serat rayon hingga menjadi kainnya dilakukan di Indonesia. ***