PEKANBARU, GORIAU.COM - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Desi Susanti mendapati buruknya pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kota Bertuah. Hal itu dirasakannya saat mencoba pengurusan menjadi anggota BPJS.

"Saya mencoba menjadi masyarakat biasa, dan mengurus rujukan orangtua saya untuk pindah ke rumah sakit di Pekanbaru dari luar daerah di BPJS Cabang Tampan. Banyak masyarakat antre, tetapi hanya dilayani oleh satu petugas," kata Desi.

"Ternyata tidak salah kalau saya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat akan rumitnya pengurusan BPJS," sambungnya.

Desi mendatangi Kantor BPJS di daerah Kecamatan Tampan Jalan HR Soebrantas. Berbaur dengan puluhan warga lainnya, Desi melihat kala itu mereka hanya dilayani oleh satu orang. "Entah kemana yang lainnya, mungkin ke toilet ya," ujarnya.

Saat menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke BPJS, petugas menyarankan Desi mengurus surat tanda domisili dari Ketua RT karena orangtua Desi yang akan dirujuk itu tidak memiliki kartu tanda penduduk Kota Pekanbaru.

"Padahal orangtua kita sedang kondisi sakit, banyak prosedur yang dilalui. Ya sudah tak saya urus, dan langsung saya bawa orangtau rumah sakit," tuturnya.

Di rumah sakit dirinya mencoba berbincang-bincang dengan sejumlah keluarga dan pasien. Ternyata juga banyak yang mengeluh. Prosedur pengurusan BPJS di Panam Kecamatan Tampan prosedurnya agak rumit, maka masyarakat menyarankan dirinya mengurus rujukan berobat orangtuanya di BPJS Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Riau.

"Saya suruhlah saudara nanyakan di sana (BPJS Jalan Sudirman), apa syaratnya, ternyata sampai di sana dia tak dapat nomor antre, kata orang BPJS antrean sudah habis. Padahal kita kan cuma mau konsultasi, apa mereka tak ada customer servis," terang Desi.

Atas kasus itu, Desi pun menyerah dan tak jadi menggunakan BPJS untuk berobat orangtuanya. Karena memang, Politisi Partai Demokrat ini hanya ingin merasakan bagaimana sebenarnya pelayanan BPJS yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Dari hasil penelusurannya secara langsung di lapangan, Desi sangat menyayangkan pelayanan BPJS belum maksimal. Maka tak salah kalau masyarakat selama ini mengeluh.

"Kami berharap agar instansi terkait mengoptimalkan pelayanan di BPJS, karena kesehatan ini sekarang sudah menjadi urat nadi masyarakat, sangat diperlukan," pinta Desi.***