PEKANBARU – Wakil Ketua Komisi V DPRD Riau, Karmila Sari, menyatakan pihaknya sangat mendukung Special Olympics Indonesia (SOIna) yang menjadi wadah bagi anak-anak berkebetuhan khusus.

Apalagi, dikatakan Ketua Fraksi Golkar ini, SOIna bisa memberikan banyak prestasi, dimana atlet-atlet mereka banyak berhasil dan SOIna sendiri pernah dua kali menjadi juara umum di tingkat nasional.

Baca juga:  Bentuk Perhatian untuk Anak Bertalenta Khusus, DPRD Riau Jalin Komunikasi dengan SOIna Komisi V sendiri sudah pernah mengundang SOIna untuk menjelaskan kegiatan mereka, dan dari rapat tersebut diketahui bahwa persoalan dana hibah Pemprov masih menjadi harapan dari SOIna.

Pun begitu, pada tahun 2022 ini, DPRD Riau sudah menganggarkan dana sekitar Rp 2,5 M, yang mana salah satu kegiatan mereka adalah mengikuti Pesta Olahraga Nasional (Pornas) di Sekarang, Jawa Tengah pada Juli 2022 mendatang.

Khusus untuk Pornas ini, DPRD Riau sudah menganggarkan dana hibah sekitar Rp 1,7 M, dan dana itu sudah masuk dalam total dana hibah yang berjumlah Rp 2,5 M.

Berdasarkan penjelasan dari pengurus SOIna, lanjut Karmila, mereka masih membutuhkan biaya untuk operasional, terutama dalam hal pendampingan atlet.

"SOIna ini kan membina anak-anak yang IQ nya dibawah 70, dan mereka perlu pendampingan ekstra, makanya butuh biaya besar. Satu orang itu setidaknya harus didampingi satu orang," kata Karmila, Rabu (25/5/2022).

Karmila menjelaskan, dalam keberangkatan ke Pornas nanti, atlet yang ikut berjumlah total 110, dan pendamping hanya 9 orang. Akhirnya, pelatih yang berjumlah 32 orang juga dibebankan tanggungjawab pendampingan.

"Memang di beberapa daerah sama juga begitu, keterbatasan dana menjadi kendala. Tapi kita yakin, atlet SOIna kita bisa menorehkan prestasi di Pornas nanti, dan ini akan menjadi dasar kita untuk menambah anggaran mereka di tahun-tahun berikutnya," pungkasnya.

Adapun prestasi SOIna Riau yang sudah ditorehkan diantaranya ;
Tahun 2005:
- Runner Up Porwil II se-Sumatera (14 emas, 21 perak, 20 perunggu dari 65 atlet di tiga cabor).
Tahun 2005:
- Pornas V Jakarta (3 emas, 3 perak, 2 perunggu, dari 7 atlet di dua cabor)
Tahun 2007:
- Kejurnas Bocce di Jakarta (1 emas, 1 perak)
-SOWSG di Shanghai, China (1 emas, 1 perak)
Tahun 2008:
- Kerjunas Basket dan Renang di Jakarta (4 emas, 2 perak, 2 perunggu)
- SOSNG di Singapura (1 perak).
Tahun 2010:
- Pornas VI Jakarta (7 emas, 14 perak, 10 perunggu, dari 27 atlet di 6 Cabor).
Tahun 2011:
- SOWSG di Athena Yunani (3 emas, 3 perak, 1 perunggu dari 3 atlet di 3 cabor)
Tahun 2014:
- Pornas VII di Makassar, Sulawesi Selatan (Juara Umum dengan 15 emas, 7 perunggu, dari 41 atlet di 7 Cabor)
Tahun 2015:
- Pepapernas di Bandung, Jawa Barat (4 emas, dari 3 atlet di 1 cabor)
- SOWSG di Los Angeles, Amerika Serikat (3 perak dari 3 atlet di 3 cabor)
Tahun 2017:
- Peparpenas di Solo (1 emas dari 1 atlet di 1 cabor)
Tahun 2018:
- Pornas VIII di Pekanbaru, Riau (Juara umum dengan 18 emas, 17 perak, 17 perunggu, dari 98 atlet di 12 Cabor).
Tahun 2019:
- SOWSG di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab (4 emas, 2 perak, 2 perunggu dari 9 atlet di 6 Cabor). ***