PEKANBARU - Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau merazia lokasi prostitusi Maredan, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (23/6/2016) malam. Dalam razia tersebut, pengunjung dan pekerja lokalisasi berhamburan melarikan diri.

Setibanya di lokalisasi Maredan, puluhan petugas gabungan Satpol PP langsung disambut suasana sepi dan gelap. Seluruh kafe yang biasanya diterangi lampu mendadak padam, mulai dari pintu masuk sampai ujung belakang. Tak satupun didapati tempat yang buka, bahkan tidak ditemukan satu orang pun.

Kuat dugaan, para tamu dan pekerjanya sudah kabur sebelum petugas tiba. Pasalnya ditemukan kedai-kedai jagung, di mana bara apinya masih menyala. Melihat keganjilan ini, petugas langsung menyisir satu demi satu kafe dan gang-gang kecil yang menghubungkan bangunan satu ke bangunan lainnya.

Semua pintu kafe di lokalisasi Maredan ini sudah dikunci dengan gembok. Sempat petugas menyisir sampai ke belakang di mana berbatasan langsung dengan kebun sawit, namun sayang tak satupun yang berhasil diamankan. Masih belum menyerah, anggota melanjutkan penyisiran melalui pintu belakang kafe yang tidak dikunci.

Sempat Satpol PP menyisir satu demi satu kamar tempat tamu beradu syahwat, tapi hasilnya nihil. "Tidak ada yang kita amankan, namun ada ratusan minuman keras tak bertuan berhasil kita amankan sebagai barang sitaan," ujar Kabid Ops Satpol PP Pekanbaru, Rudi Afrianda kepada GoRiau.com, disela-sela razia tersebut.

"Kita menargetkan tempat ini karena banyak laporan masyarakat yang menyebutkan kalau lokalisasi Maredan masih beroperasi saat bulan Ramadan. Kalau misalnya ada dugaan bocor itu tidak masalah, yang penting kita menegakkan Perda dan himbauan Walikota," tutupnya. ***