JAKARTA - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kick Boxing yang digelar di GOR Simprug Jakarta Selatan, 1-2 Agustus 2019 dijadikan sebagai ajang penjaringan atlet-atlet kick boxing berkualitas yang bakal dipersiapkan untuk tampil pada SEA Games XXX Philipina, 30 Nopember hingga 11 Desember 2019.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi ketatnya persaingan dalam perebutan medali pada penampilan perdana cabang olahraga (cabor) kick boxing di ajang pesta olahraga dua tahunan negara-negara kawasan Asia Tenggara tersebut.

"Kami menyadari ketatnya persaingan perebutan medali di SEA Games Philipina 2019. Makanya, kami mencoba kembali menjaring atlet-atlet terbaik dan berkualitas melalui Kejurnas Kick Boxing," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Kick Boxing Indonesia (PP KBI), Ngatino yang ditemui di sela-sela Kejurnas Kick Boxing yang digelar di GOR Simprug Jakarta Selata, Kamis, 1 Agustus 2019.

Bukankah PP PKBI sudah menggelar pelatnas Kick Boxing yang dihuni 10 atlet kick boxing di Icuk Sugiarto Trainning Camp (ISTC) Sukabumi, Jawa Barat, sejak beberapa bulan lalu?

"Ya, kita memang sudah mempelatnaskan 10 atlet kick boxing sejak beberapa bulan lalu, tetapi kita tetap membuka kesempatan bagi atlet lain untuk bisa bersaing dengan menggunakan sistem degradasi. Jadi, atlet pelatnas yang mengalami kekalahan di kejurnas kick boxing secara otomatis posisinya tergeser" jelas Ngatino.

Pada kejurnas kick boxing yang diikuti 154 atlet dari 20 daerah ini akan memperebutkan 10 kursi di pelatnas kickboxing SEA Games 2019. "Dari 10 atlet pelatnas itu akan diseleksi lagi menjadi 8 atlet (6 putra dan 2 putri) yang akan menjadi Tim Kick Boxing Indonesia pada SEA Games 2019 nanti," katanya.

Pada SEA Games Philipina 2019, cabor kick boxing akan memperebutkan delapan medali emas. Namun, Ngatino tidak mau sesumbar mentargetkan berapa jumlah medali emas yang bakal disumbangkan pada Kontingen Indonesia.

"Kami belum berani menjanjikan medali emas karena kualitas atlet tuan rumah Philipina cukup bagus apalagi mereka ingin menjadikan cabor kick boxing sebagai tambang emasnya. Yang pasti, kami akan mempersiapkan atlet-atlet pelatnas dengan baik lewat program Trainning Camp (TC) di bawah pengawasan pelatih berkualitas di Taiwan pada September mendatang. Program TC ini difasilitasi organisasi kickboxing dunia (World Association of Kickboxing Organization/WAKO)," tandasnya.

Dia juga menyebut PP KBI tidak ada masalah dengan anggaran persiapan dengan SEA Games 2019 mengingat sudah ada penandatanganan Mou dengan Kemenpora. "Kami akan segera koordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk bisa memperkuat Kontingen Indonesia," katanya.

Kejurnas Kick Boxing yang dihadiri Presiden Kick Boxing Asia, Mr. Nassiri dan anggota Komisi X DPR RI ini dibuka secara resmi oleh Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Pembina PP KBI. Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian ini mendukung penuh program PP KBI yang sudah bisa menggelar kejurnas.

"Saya berharap olahraga kick boxing yang cukup diminati kalangan muda ini bisa berkembang dan mampu membawa harum nama bangsa dan negara pada SEA Games Philipina 2019 nanti," katanya. ***