
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ternyata Islam mempunyai solusi untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS, yaitu dengan 3 pilar yang ada dalam sistem Islam. 3 pilar itu adalah ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan peran negara.
Demikian disampaikan Rahmawaty Widia, SKM, MSi pada seminar HIV/AIDS yang ditaja oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Riau, Minggu (30/11/2014), Rahmawaty tampil sebagai pembicara dengan topik ''Islam Solusi Tuntas Persoalan HIV/AIDS''.
Menurutnya, solusi yang ditawarkan Islam tersebut bersifat kuratif dan preventif. ''Semua itu bisa dicegah asalkan 3 pilar itu bisa berjalan,'' jelasnya.
Seminar HIV/AIDS ini ditaja oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Riau, Minggu (30/11/2014), bertempat di aula Gedung Guru Pekanbaru, seminar yang diadakan dari 08.30 hingga 11.30 ini menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya yakni dr. Wiwik Rahayu, M.Kes yang membawa materi ''Problem HIV/AIDS di Indonesia'' dan Rahmawaty Widia, SKM, MSi dengan judul ''Islam Solusi Tuntas Persoalan HIV/AIDS''.
150 Peserta yang berasal dari Unri, UIR, Unilak, dan UIN Suska Riau ini begitu antusias mendengarkan pemaparan materi.
Sementara itu dr Wiwik mengatakan sumber penularan terbesar HIV/AIDS adalah seks bebas. ''Tapi, penanggulangan HIV/AIDS ini tidak rasional. Pemerintah lebih mengutamakan program USAID seperti kondomisasi,'' kritik dr. Wiwik.
Sementara itu Riska Andayani selaku Ketua MHTI Chapter kampus menegaskan kebebasan berperilaku menjadi penyebab menyebarnya HIV/AIDS. ''Peringatan HIV/AIDS dijadikan sebagai momen penting untuk mengingatkan akan bahaya dan korban-korban yang berjatuhan akibat HIV/AIDS. Tapi solusi yang ada malah mengedepankan kebebasan berperilaku. Padahal inilah penyebab dari penyakit mematikan,'' tegasnya.
Menurut ketua seminar HIV/AIDS ini, Imas Titin, maraknya pergaulan bebas saat ini dan peringatan HIV/AIDS yang terus menerus diadakan tapi tidak membawa perubahan sehingga mendorong MHTI untuk mengadakan acara ini. ''Solusi yang ada tidak menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, Hizbut Tahrir melakukan penyadaran untuk memberikan solusi dalam menyelesaikan kasus HIV/AIDS, yakni dengan solusi Khilafah,'' ujarnya. (rls)