
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kebakaran lahan sagu di Meranti, Riau, akhirnya dikomentari oleh PT Sampoerna Agro Tbk selaku induk dari PT National Sago Prima (pemilik kebun). Perusahaan ini mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke kepolisian setempat.
"Sejauh ini menurut estimasi kami, memang sudah seribuan hektare lahan sagu perusahaan yang terbakar di Meranti," kata Humas PT Sampoerna Agro Tbk, Eris Ariaman kepada pers di Pekanbaru, Rabu (12/2/2014).
Ia mengatakan, bahwa estimasi kebakaran lahan sagu milik anak perusahaannya itu sejauh ini belum dapat dipastikan dan bisa jadi bertambah terus mengingat api masih menyala di lokasi kejadian.
Eris mengatakan, ribuan hektare lahan sagu yang telah hangus terdiri dari tanaman sagu berumur dua tahun hingga ada juga yang telah siap panen."Mengenai penyebabnya, kami menyerahkan sepenuhnya ke pihak yang berwajib. Sampai saat ini, kami masih fokus untuk mengupayakan pemadaman titik kebakaran dengan perangkat yang lengkap dan personel yang cukup banyak," katanya.
Ia mengatakan, perusahaan juga telah menyewa satu helikopter untuk membantu memadamkan api lewat jalur udara dengan melakukan pengeboman air (water bombing).
Eris mengatakan, sejauh ini belum diketahui penyebab atau asal kebakaran hingga akhirnya menghanguskan ribuan hektare kebun sagu milik PT National Sago Prima. "Tapi menurut informasi yang kami terima, api awalnya berasal dari perkebunan bukan milik perusahaan yang berada di sebelah utara namun akhirnya 'meloncat' ke area milik perusahaan," katanya.
Namun untuk pastinya, kata dia, masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. "Ini merupakan kebakaran yang pertama terjadi di area perusahaan. Sebelum-sebelumnya tidak pernah. Kami juga ada SOP (Standar Operasional) tertulis terkait rencana penanggulangan kebakaran di area perusahaan," katanya. (fzr/ant)