
PEKANBARU - Bakal Calon Walikota Pekanbaru Dr. H. Ramlid Walid, SE, Msi menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh di Kafe Sumatera Kuliner, Jalan Arifin Achmad, Minggu (7/8/2016). Hadir diantaranya tokoh masyarakat seperti Ahmad Bebas, Ferry Akri, Yusuf Sikumbang, Fauzi Gani, Dr. Tarmizi dan beberapa tokoh Pemuda Pancasila Provinsi Riau.
Dalam pertemuan santai tersebut, Ramli yang akrab disapa RW mengungkap rencana dan keinginannya maju pada pesta rakyat Kota Pekanbaru. Ia mengatakan, beberapa hal yang membuat dirinya mantap untuk maju sebagai pemimpin di Pekanbaru, karena panggil jiwa. Pekanbaru sebagai kota berkembang dengan kemajuan sangat pesat, harus dibarengi dengan leadership mumpuni.
"Berbagai pokok persoalan yang hadir di masyarakat seiring kemajuan itu, Pekanbaru harus perlu dikelola secara profesional. Karena itu, sebagai bagian dari masyarakat yang hidup di sini, menjadi titik awal saya berkeinginan maju sebagai Bakal Calon Walikota 2017," kata Ramli Walid.
Ia yakin, dengan kemampuan puluhan tahun di birokrasi, mampu mengubah wajah Kota Pekanbaru yang lebih baik lagi. "Visi dan misi saya adalah membangun Kota Pekanbaru Metropolitan yang Agamis," jelasnya.
Ramli Walid optimis mendapatkan kendraan untuk maju. Setidaknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah dipastikan 99 persen berada di tangannya.
"Insya Allah, PKB sudah menyatakan 90 persen mendukung kami. Tinggal lagi kami kini melakukan komunikasi kepada parpol koalisi lain, seperti, Partai Golkar, PDIP dan Partai Gerinda," tuturnya.
Ditambahkan, jika nanti dukungan parpol sudah memenuhi syarat untuk dirinya maju sebagai kandidat Walikota Pekanbaru pada 2017 nanti, dia siap melepaskan jabatan dan profesinya sebagai Aparatur Negeri Sipil (ASN). Ramli Walid menyatakan dirinya sudah lebih dari 25 tahun mengabdi sebagai ASN atau dulu dikenal dengan istilah Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Dari segi umur, usia pensiun saya masih ada sekitar lima tahun lagi. Tetapi panggilan hati dan diminta oleh sebagian masyarakat untuk membangun Kota Pekanbaru, saya siap melepaskan profesi ASN ini," kata Kepala Badan Perbatasan Provinsi Riau tersebut.***