PEKANBARU - Tim Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan (Roll on-Roll off (RoRo)) Lintas Dumai - Malaka, telah menunjukkan pencapaian dalan perkembangan penyeberangan antara Indonesia dengan Malaysia melalui transportasi laut.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Ir HM Taufiq Oesman Hamid MT mengatakan kepada GoRiau.com, untuk jenis kendaraan sudah diketahui mana saja yang diperbolehkan masuk ke Indonesia dan Malaysia melalui penyeberangan RoRo Dumai - Malaka.

"Kendaraan angkutan barang sementara dibatasi di wilayah Provinsi Riau saja. Namun untuk kendaraan angkutan orang, seperti bus pariwisata dan mobil pribadi, disesuaikan dengan asal tujuannya," kata Taufiq, Rabu (14/8/2019).

Untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor, dikatakan Taufiq, yang diperkenankan melintas adalah dengan tujuan pariwisata, serta olahraga. Untuk dimensi kendaraan angkutan barang yang diperbolehkan sesuai dengan peraturan memiliki panjang maksimal 12 meter.

Ads
"Panjang kendaraan angkutan barang tersebut yang berasal dari Indonesia (Dumai) dan Malaka (Malaysia). Untuk kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan RoRo Dumai - Malaka akan dipasangkan stiker khusus," ujar Taufiq.

Mengantisipasi pergerakan angkutan penumpang dan angkutan barang akibat beroperasinya RoRo Dumai - Malaka, sambung Taufiq, perlu disusun dan dirumuskan formulasi SOP Operasional RoRo Dumai - Malaka untuk angkutan penumpang dan barang.

"Untuk itu perlu peningkatan kapasitas fasilitas dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Bandar Sri Junjungan (Dumai), berupa breasting dolphin, mooring dolphin dan trestle," ungkap Taufiq.

Pelabuhan Penyeberangan Bandar Sri Junjungan di Dumai, masih dikatakan Taufiq, telah ditetapkan sebagai pelabuhan yang akan dioperasikan penyelenggaraan Lintas Penyeberangan Dumai - Malaka pada triwulan ketiga Tahun 2020.

"Yang dilakukan saat ini menyiapkan sarana, serta sumber daya manusia, seperti Custom, Immigration, Quarantine and Security (CIQS). Sebagaimana persyaratan pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan luar negeri/internasional," jelas Taufiq. ***